Ratusan Hewan Kurban di Jaktim Terdeteksi Sakit Gegara Kelelahan

Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. Foto: Antara.

Ratusan Hewan Kurban di Jaktim Terdeteksi Sakit Gegara Kelelahan

Anggi Tondi Martaon • 26 May 2026 13:54

Jakarta: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur (Jaktim) menemukan sebanyak 172 ekor hewan kurban dalam kondisi sakit. Diduga, kondisi tersebut akibat kelelahan saat proses pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi penampungan dan penjualan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan 127 ekor sapi dan 45 kambing dalam kondisi sakit," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jaktim, Theresia Elita, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Temuan tersebut diperoleh saat dilakukan pemeriksaan kesehatan menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 19.377 hewan kurban telah diperiksa di 202 titik lokasi sejak 27 April hingga 26 Mei 2026.

"Dari total 19.377 ekor hewan yang telah diperiksa, terdiri dari 8.136 ekor sapi, satu kerbau, 9.341 kambing, dan 1.901 domba," ujar Theresia.

Dia menduga, faktor kelelahan itu diduga akibat perjalanan jauh dari daerah pemasok menuju Jakarta. Dia menjelaskan, kelelahan pada hewan kurban kerap terjadi akibat proses distribusi yang panjang dan menempuh perjalanan lintas daerah sebelum tiba di lokasi penampungan maupun penjualan di Jaktim. Kondisi tersebut membuat sebagian hewan mengalami penurunan kondisi fisik saat tiba di tempat tujuan.

Meski demikian, Theresia memastikan seluruh hewan yang terindikasi sakit itu langsung mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan hewan di lapangan. Upaya tersebut dilakukan agar kondisi hewan segera pulih dan tetap memenuhi syarat kelayakan sebagai hewan kurban.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, hewan kurban yang sakit dipisahkan, diberikan vitamin, dan dilakukan penanganan kesehatan," ungkap Theresia.

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Metro TV.

Menurut dia, langkah pemeriksaan dan penanganan itu merupakan bagian dari upaya pengawasan ketat pemerintah daerah. Hal itu untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Dia juga menuturkan pemeriksaan terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha guna memastikan tidak ada hewan yang tidak layak konsumsi tetap diperjualbelikan kepada masyarakat. 

(Anggi Tondi)