Ilustrasi kondisi sawah yang mulai kekeringandi daerah tetangga Kabupaten Gowa, Sulsel sebagai dampak dari El Nino. ANTARA/Suriani Mappong
Pemkab Gowa Gandeng Daerah Tetangga Hadapi Dampak El Nino
Silvana Febiari • 5 June 2026 10:12
Gowa: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan, berkolaborasi dengan daerah-daerah tetangga dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.
"Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah perubahan iklim yang semakin tidak terkendali," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, dilansir dari Antara, Jumat, 5 Juni 2026.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, Pemkab Gowa membuka sosialisasi yang membahas curah hujan, lokasi air irigasi dan Rencana Tata Tanam Komisi Irigasi Tingkat Kabupaten Gowa Musim Tanam II Tahun 2026.
Menurut Azis, tantangan perubahan iklim tidak dapat dihadapi oleh satu daerah saja. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kesamaan langkah antarpemerintah kabupaten dan kota yang saling berbatasan untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan Kabupaten Maros dan Kabupaten Takalar. Namun juga mencakup Kota Makassar serta daerah lain di Sulawesi Selatan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan sistem pertanian.
Azis menjelaskan, Kabupaten Gowa berbatasan langsung dengan delapan daerah, yakni Makassar, Maros, Takalar, Bone, Bulukumba, Sinjai, Bantaeng, dan Jeneponto. Kondisi tersebut menjadikan koordinasi lintas wilayah sebagai kebutuhan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan swasembada beras di kawasan selatan Sulawesi Selatan.
Sebagai salah satu lumbung pangan Sulsel, Gowa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas produksi pertanian. Apalagi, Musim Tanam II tahun 2026 diperkirakan menghadapi tantangan cuaca yang lebih dinamis akibat pengaruh El Nino.
"Pengelolaan air menjadi faktor kunci dalam menghadapi ancaman kekeringan," ungkapnya.
Menurut dia, pola cuaca yang sulit diprediksi menuntut pemerintah dan petani lebih bijak dalam memanfaatkan setiap sumber air yang tersedia.

Ilustrasi kondisi sawah yang mulai kekeringandi daerah tetangga Kabupaten Gowa, Sulsel sebagai dampak dari El Nino di wilayah sekitar kawasan karst . ANTARA/Suriani Mappong
Selain ancaman El Nino, sektor pertanian Gowa juga menghadapi tantangan berupa kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi dan tingginya kehilangan air dalam proses distribusi.
Pemerintah daerah berupaya menekan kehilangan air agar pasokan ke lahan pertanian dapat lebih maksimal.
Sementara itu, Pemkab Gowa juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari percepatan masa tanam, penggunaan benih tahan kekeringan, hingga optimalisasi pompanisasi dan pemanfaatan sumber air alternatif. Tujuannya untuk menjaga produktivitas pertanian tetap stabil selama musim kemarau.
Melalui kolaborasi lintas daerah tersebut, Pemkab Gowa berharap pengelolaan irigasi, distribusi air, dan perencanaan musim tanam dapat dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, dampak El Nino terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.