Polres Boyolali Usut Kematian Wanita yang Tewas Diduga Santap Sate Beracun

Proses ekshumasi jasad korban Aminah yang sudah dikubur lebih dari dua pekan. MI/Widjajadi

Polres Boyolali Usut Kematian Wanita yang Tewas Diduga Santap Sate Beracun

Media Indonesia • 2 June 2026 19:36

Boyolali: Polres Boyolali bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Tengah menyelidiki kasus kematian seorang perempuan bernama Aminah, 57, warga Dukuh atau Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Korban diduga meninggal dalam kondisi tidak wajar setelah ditemukan tergeletak telentang di kursi usai menyantap sate misterius.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melaporkan dugaan kematian tidak wajar. Keluarga meyakini Aminah meninggal bukan karena sakit biasa, melainkan setelah menyantap sate kiriman dari menantunya berinisial P pada 19 Mei 2026.

"Pelaporan baru dilakukan pada 25 Mei 2026. Saat ditemukan pada 19 Mei lalu oleh anak korban, ibunya meninggal dalam posisi telentang di kursi. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, di Boyolali, Selasa, 2 Juni 2026.
 


Kecurigaan terhadap kematian tidak wajar muncul karena diketahui bagian mulut dan telinga korban membiru. Namun, laporan ke polisi baru dilakukan setelah jenazah korban dikuburkan selama kurang lebih satu pekan. Dari keterangan sejumlah saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

"Kami menerima laporan bahwa lokasi kejadian sudah dalam keadaan bersih, karena jeda waktu antara peristiwa dan pelaporan ke polisi sudah berlangsung berhari-hari," imbuh Indra.


Ilustrasi Medcom.id

Dalam laporan tersebut, disebutkan juga bahwa bersamaan dengan meninggalnya Aminah, ada sejumlah ayam yang mati setelah memakan sisa-sisa sate. Penyidik tidak ingin berspekulasi mengenai kasus ini. Namun, bangkai ayam yang mati tersebut telah diserahkan ke Biddokes Polda Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami akan menunggu hasil dari Biddokes Polda Jateng. Seluruh anggota keluarga, sebanyak delapan orang, telah kami periksa sebagai saksi. Yang jelas, kecurigaan kami tampung tetapi tidak bisa membuat kesimpulan. Baru setelah hasil autopsi keluar, kami dapat menentukan penyebab kematian," tegas Kapolres.

(Whisnu M)