Pemprov Bali Usulkan Taksi Air Urai Kemacetan di Kawasan Canggu

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bahas soal alternatif kemacetan di Shortcut Canggu, Denpasar, Senin (18/5/2026). /ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.

Pemprov Bali Usulkan Taksi Air Urai Kemacetan di Kawasan Canggu

Whisnu Mardiansyah • 19 May 2026 06:56

Denpasar: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengemukakan transportasi laut lewat layanan taksi air menjadi salah satu pilihan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Canggu, terutama dari arah Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Tol laut (jalur taksi laut) itu harus, sudah dicanangkan untuk dilakukan, sehingga masyarakat yang akan ke Canggu dari Bandara Ngurah Rai akan langsung ke Canggu dan tidak lagi melalui jalan darat," ujar I Nyoman Giri Prasta usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, seperti dilansir Antara, Senin, 19 Mei 2026.

Pernyataan itu dilontarkan Giri Prasta menanggapi ramainya konten di media sosial yang memperlihatkan kemacetan luar biasa di kawasan Canggu, khususnya di jalur Shortcut Canggu.

Giri Prasta yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Badung mengakui masalah kemacetan di daerah itu belum tertangani secara maksimal. Menurut dia, Shortcut Canggu sudah tidak memungkinkan untuk diregangkan lagi karena terbatasnya ruang serta adanya tempat peribadatan umat Hindu di sekitar jalur tersebut.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan pemerintah pusat mencari jalan keluar alternatif lewat pengembangan taksi laut dengan trayek Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu.

"Dari saya menjabat itu kan hanya satu saya bisa menyelesaikan shortcut-nya, dan itu pun tidak bisa secara optimal karena badan jalan sudah seperti itu, dan tidak mungkin kita melebarkan karena ada tempat beribadah umat Hindu, merajan-merajan, dan tidak mungkin dipindahkan," ujar Giri Prasta.

Untuk menunjang operasional taksi laut, pemerintah berencana membangun sejumlah tempat stopover atau persinggahan di beberapa titik. Selain itu, akan dilakukan perluasan sempadan pantai hingga 120 meter dari garis pantai.
 


Menurut Giri Prasta, tempat persinggahan tersebut juga akan berfungsi sebagai pemecah gelombang. Tujuannya agar ombak laut tidak langsung menerjang pesisir pantai yang dilewati jalur taksi laut.

Dengan adanya jalur laut tersebut, masyarakat nantinya memiliki opsi perjalanan lain selain melalui Shortcut Canggu maupun rekayasa lalu lintas di jalur darat.


Warga mengamati dampak abrasi di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 20 Januari 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Meskipun tidak mengutamakan pembangunan jalan di kawasan Canggu, Pemprov Bali tetap berkonsentrasi menangani kemacetan di sejumlah lokasi lain di Pulau Dewata.

"Kami akan melakukan perbaikan untuk fasilitas jalan salah satunya komunikasi dengan pemerintah pusat untuk underpass, Astungkara di tahun ini di Jimbaran dan ke depan pun kita ada di Tohpati," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)