Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, usai acara penandatanganan komitmen bersama SPMB 2026, di Jakarta, Kamis, 21
Atasi Calon Murid Tak Lolos Sekolah Negeri, 53 Daerah Ajak Swasta di SPMB 2026
Muhamad Marup • 21 May 2026 20:36
Jakarta: Sebanyak 53 pemerintah daerah telah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang masuk sekolah swasta melalui skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh anak tetap memperoleh bangku sekolah, terutama bagi yang tidak diterima di sekolah negeri.
"Tadi kami melaporkan ada sekitar 78 daerah (yang sudah memulai rangkaian SPMB), Dari 78 daerah itu 53 sudah memberikan bantuan untuk sekolah swasta," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, usai acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Gogot menyebut, sekolah swasta yang ikut SPMB bersama akan mendapatkan bantuan per siswa dari pemerintah daerah. Jumlah bantuan yang diberikan sesuai kesepakatan antara Pemda dan sekolah swasta.
"Kalau tidak diterima di sekolah negeri, dia bisa masuk ke sekolah swasta dengan dibantu pemerintah daerah," jelasnya.
Ia menjamin sekolah swasta yang berpartisipasi dalam SPMB masih bisa menggelar penerimaan murid baru secara mandiri. Ia mencontohkan, jika sekolah swasta tersebut memiliki enam rombongan belajar (rombel), dua rombel bisa untuk SPMB dan sisanya untuk penerimaan mandiri.
"Sekolah swasta sifatnya volunteer. Mereka menawarkan berapa rombel yang ingin diikutkan dalam SPMB bersama," katanya.
Gogot mengatakan, bantuan dari pemerintah daerah terhadap swasta menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Meski demikian, pemerintah daerah dengan kemampuan fiskal kuat didorong memberikan subsidi penuh bagi siswa kurang mampu yang masuk sekolah swasta.
"Bagi yang kuat kita dorong memberikan bantuan untuk keluarga kurang mampu yang tidak bisa masuk sekolah negeri," tuturnya.
Ilustrasi Pexels
Ia mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendampingan ke tiap dinas pendidikan terkait penghitungan kuota SPMB di sekolah negeri. Ia menjamin penghitungan kuota berjalan cermat sehingga semua anak bisa tertampungh.
"Semua anak bisa tertampung baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta," terangnya.