Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 21 Agustus 2026. Dokumentasi BNPB
Gempa Susulan di NTT Mulai Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada
Silvana Febiari • 9 September 2026 08:04
Kupang: Aktivitas gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, masyarakat masih perlu mewaspadai potensi gempa dalam beberapa pekan ke depan.
“BMKG menyampaikan bahwa sampai Selasa (8 September) pukul 05.00 WITA sudah terjadi sekitar 13 ribu gempa susulan, dan 177 diantaranya dirasakan oleh masyarakat. Aktivitasnya memang menunjukkan tren menurun, tetapi masih fluktuatif,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.
Melki mengatakan pemerintah perlu memperhatikan kondisi para penyintas, terutama menjelang puncak musim kemarau. September dan Oktober menjadi periode yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian.
Baca Juga :
Pendataan kerusakan rumah dan warga terdampak terus dilakukan agar bantuan pemerintah tepat sasaran. Hingga kini, 3.042 rumah telah didata, 1.252 data masih dalam proses input, dan 2.808 rumah lainnya masih dalam pendataan.
“Tim verifikasi yang sudah mendapat pembekalan dari BNPB terus bekerja untuk memastikan seluruh data kerusakan dan masyarakat terdampak dapat diverifikasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menargetkan verifikasi dapat diselesaikan pekan depan. Dengan begitu, pemerintah bisa segera menentukan langkah penanganan berdasarkan data yang valid.
Pemerintah mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para penyintas gempa.

Gubernur NTT Melki Laka Lena (kedua kiri) bersama Bupati Sikka Juventus Prima (kanan) saat berada di Maumere. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago secara khusus mengapresiasi dukungan Pemprov NTT terhadap masyarakat terdampak di Pulau Palue, termasuk koordinasi untuk mendukung akses transportasi laut.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan Bencana, jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka terus menurun. Saat ini, tercatat 925 kepala keluarga masih mengungsi di Kecamatan Palue, Kangae, dan Nita.
Sementara itu, enam orang meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka akibat gempa.