Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani pada acara CNA Summit 2026. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Adyatma Damardjati.
Hilirisasi dan Energi Terbarukan Jadi Magnet Baru Modal Global ke Indonesia
Husen Miftahudin • 5 February 2026 18:42
Jakarta: Arah investasi global ke Indonesia mulai bergeser ke sektor hilirisasi industri dan energi terbarukan. Potensi sumber daya alam yang besar, dipadukan dengan pembangunan ekosistem industri bernilai tambah seperti baterai kendaraan listrik, dinilai menjadi daya tarik baru bagi arus modal asing.
Menteri Investasi dan Hilirisasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan Indonesia memiliki kapasitas energi terbarukan yang sangat besar, namun pemanfaatannya masih relatif rendah. Kondisi ini membuka ruang investasi jangka panjang, terutama pada sektor pembangkit energi bersih dan infrastruktur pendukungnya.
Rosan menuturkan potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 3.700 gigawatt, sementara kapasitas terpasang saat ini baru berada di kisaran 15,8 gigawatt. Kesenjangan tersebut menunjukkan peluang pengembangan yang masih sangat luas bagi investor.
Selain energi bersih, Rosan menekankan kekuatan Indonesia pada rantai pasok industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi. Menurutnya, Indonesia termasuk sedikit negara yang memiliki ekosistem lengkap, mulai dari pertambangan bahan baku hingga proses daur ulang baterai di dalam negeri.
"Indonesia memiliki seluruh ekosistem baterai kendaraan listrik, mulai dari pertambangan sampai daur ulang baterai yang dilakukan di dalam negeri," ujar Rosan dalam acara CNA Summit 2026, Kamis, 5 Februari 2025.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Menteri Investasi dan Hilirisasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan Indonesia memiliki kapasitas energi terbarukan yang sangat besar, namun pemanfaatannya masih relatif rendah. Kondisi ini membuka ruang investasi jangka panjang, terutama pada sektor pembangkit energi bersih dan infrastruktur pendukungnya.
Rosan menuturkan potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 3.700 gigawatt, sementara kapasitas terpasang saat ini baru berada di kisaran 15,8 gigawatt. Kesenjangan tersebut menunjukkan peluang pengembangan yang masih sangat luas bagi investor.
Selain energi bersih, Rosan menekankan kekuatan Indonesia pada rantai pasok industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi. Menurutnya, Indonesia termasuk sedikit negara yang memiliki ekosistem lengkap, mulai dari pertambangan bahan baku hingga proses daur ulang baterai di dalam negeri.
"Indonesia memiliki seluruh ekosistem baterai kendaraan listrik, mulai dari pertambangan sampai daur ulang baterai yang dilakukan di dalam negeri," ujar Rosan dalam acara CNA Summit 2026, Kamis, 5 Februari 2025.
| Baca juga: Rosan: Target Investasi Rp13 Ribu Triliun Jadi Penentu Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8% |

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Hilirisasi perkuat Indonesia pada kompetisi investasi kawasan
Pengembangan hilirisasi dan energi terbarukan tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi investasi kawasan. Pergeseran ini menandai perubahan struktur ekonomi dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju industri berteknologi dan berkelanjutan.
Pemerintah pun mendorong kolaborasi dengan investor global untuk mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor tersebut. Dengan dukungan kebijakan hilirisasi dan transisi energi, investasi diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Langkah tersebut dipandang krusial di tengah persaingan negara berkembang dalam menarik arus modal global yang semakin selektif terhadap aspek keberlanjutan dan nilai tambah industri. (Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com