Prabowo Pasang Target Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% & Defisit 2,40% pada 2027

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar

Prabowo Pasang Target Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% & Defisit 2,40% pada 2027

Husen Miftahudin • 14 August 2026 16:15

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,0 persen pada 2027. Target tersebut lebih tinggi ketimbang asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6,0 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen," kata Prabowo dalam penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro dalam RAPBN 2027. Inflasi ditargetkan berada pada kisaran 2,5 persen.

Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,9 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah diasumsikan berada pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
 


Untuk sektor energi, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan mencapai USD75 per barel. Pemerintah juga menargetkan lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

"Inflasi akan kita jaga pada kisaran 2,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9 persen. Nilai tukar rupiah kita berada pada kisaran Rp17.500 per satu dolar AS," ujar Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar

"Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan USD75 per barel, lifting minyak kita targetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari," lanjut Presiden.

Belanja negara naik jadi Rp4.097,2 triliun


Prabowo mengatakan belanja negara pada 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan alokasi belanja dalam APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara pada 2027 diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun dalam APBN 2026.

"Belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026. Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun di APBN 2026," kata Prabowo.

Defisit APBN 2027 ditargetkan 2,40% PDB


Pemerintah juga merencanakan pembiayaan anggaran pada 2027 sebesar Rp671,2 triliun. Dengan asumsi tersebut, defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rencana pembiayaan dalam APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen terhadap PDB.

"Pembiayaan direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap PDB, dan ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah berupaya menjaga defisit anggaran serendah mungkin. Dalam jangka panjang, pemerintah bahkan menginginkan APBN berada dalam kondisi berimbang.

"Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang," tegas Kepala Negara.

(Husen Miftahudin)