Jemaah umrah asal Malang, Muhammad Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik/Dok. Pribadi.
Jemaah Indonesia di Makkah: Rombongan Iran Mendadak Tak Terlihat
Daviq Umar Al Faruq • 5 March 2026 00:30
Malang: Keberadaan jemaah Iran di Tanah Suci menjadi perhatian jemaah umrah asal Malang, Jawa Timur, saat konflik Timur Tengah memanas. Muhammad Zuhdy Achmadi atau yang akrab disapa Didik, mengaku tidak melihat satu pun jemaah asal Iran sejak tiba di Madinah hingga berada di Makkah.
Menurut Didik, hal itu cukup mengejutkan karena biasanya mereka datang dalam jumlah besar dan bergerombol di area ibadah. Fenomena ini menjadi tanda tanya tersendiri bagi dirinya di tengah situasi yang terus berubah di kawasan Timur Tengah.
“Saya tidak melihat jemaah Iran mulai dari Madinah sampai ke sini, sampai di Makkah. Nah ini saya juga bingung,” ujar Didik, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 4 Maret 2026.
“Iran itu jagoan sendiri lah, orangnya besar-besar. Padahal dari Ethiopia kemudian dari Sudan, Nigeria, tetap banyak. Dari Maroko juga banyak," kata Didik.
Didik menjelaskan ia melihat banyak jemaah dari kawasan Afrika dan Timur Tengah selain jemaah asal Arab Saudi di sekitar tempat ia beribadah. Ia bahkan menyebut ada banyak jemaah asal Turki dan Uzbekistan yang memenuhi lokasi tersebut.
“Ada di sini satu hotel, ada orang Maroko, ada Maghreb. Itu ada banyak ya. Dan ada sebagian sudah pulang, mungkin lewat jalur darat yang banyak. Ada di sini orang-orang Arab banyak. Turki apalagi. Turki berdatangan terus. Turki itu saingannya Indonesia paling banyak jemaahnya. Terus Uzbekistan, banyak banget. Yang nggak kelihatan Iran,” tambah Didik.

Ilustrasi umrah. Foto: dok Istimewa.
Dari pengamatan Didik, ketidakhadiran jemaah Iran mulai dari Madinah membuat ia bertanya-tanya sebelum isu pengeboman dan konflik muncul. Ia merasa anomali tersebut mungkin berkaitan dengan perkembangan geopolitik yang terjadi di kawasan.
“Nah, jadi jemaah Iran yang biasanya paling kompak di sini bergerombol, saya tidak melihat sama sekali. Mulai di Madinah. Itu saya makanya bertanya-tanya, sebelum ada berita pengeboman datang, saya kan selalu memperhatikan orang Iran, orang Iran itu kok nggak ada ya mereka ini,” tutur Didik.
Selain itu, ia juga mengaitkan perubahan situasi di Arab Saudi dengan dampak penutupan beberapa bandara akibat serangan yang terjadi di wilayah sekitar, berdasarkan informasi yang ia terima. Hal ini membuat sejumlah jemaah memilih tidak hadir atau pulang lebih awal.
“Terus kemarin tanggal 28 Februari, Ali Khamenei wafat itu ya kena serangan. Nah itu tambah berdampak. Seketika itu Bandara Dubai langsung ditutup karena Dubai kena bom. Kita dekat sekali, hanya laut kecil aja, tetangga banget,” kata Didik.