Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian
Redam Dampak Konflik Timur Tengah, Airlangga: APBN Jadi Buffer
Insi Nantika Jelita • 5 March 2026 17:37
Jakarta: Pemerintah menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyangga untuk meredam gejolak harga di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tetap menjaga kebijakan subsidi agar dampak kenaikan harga komoditas terhadap masyarakat dapat ditekan.
Menurut dia, APBN telah disiapkan sebagai buffer atau penyangga untuk menstabilkan harga apabila terjadi lonjakan komoditas di pasar global. Di sisi lain, kenaikan harga komoditas juga berpotensi menambah penerimaan negara. Namun demikian, pemerintah menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai dampak konflik terhadap perekonomian.
“Bagi Indonesia ada dua sisi. Di satu sisi terkait dengan subsidi kita jaga dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi kita akan lanjutkan dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Indonesia sudah pernah hadapi berbagai krisis
Ia menambahkan, Indonesia sebelumnya pernah menghadapi situasi serupa ketika terjadi perang yang berdampak pada lonjakan harga energi dan komoditas global. Saat itu harga minyak dan berbagai komoditas meningkat tajam, namun pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi domestik.Di sisi lain, kenaikan harga komoditas juga dapat memberikan tambahan penerimaan bagi negara. Meski demikian, pemerintah masih mencermati perkembangan situasi global sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh.
“Tetapi di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau komoditas itu naik. Tapi kita tentu melihat situasinya masih too early to call (terlalu dini), masih terlalu pagi,” kata dia.