Telat Bayar SPayLater? Siap-siap Kena Denda 5%/Bulan dan Risiko Skor SLIK OJK

SPayLater. Foto: Istimewa.

Telat Bayar SPayLater? Siap-siap Kena Denda 5%/Bulan dan Risiko Skor SLIK OJK

Husen Miftahudin • 4 March 2026 18:00

Jakarta: Shopee Pay Later atau sering disebut SPay Later merupakan salah satu sistem pembayaran yang tersedia di Shopee. Untuk memudahkan pengguna dalam bertransaksi, SPayLater memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dengan sistem "beli sekarang bayar nanti,” sehingga dapat meminjam saldo untuk membeli sejumlah barang.

Meski demikian, di balik fleksibilitas tersebut, pengguna diingatkan untuk disiplin melakukan pembayaran sehingga dapat menghindari denda keterlambatan. Lantas, berapa biaya yang akan dikenakan jika terlambat membayar SPay Later? Berikut penjelasannya!
 

Berapa biaya keterlambatan SPay Later?


Mengutip laman resmi Shopee, jika telat membayar SPay Later, pengguna akan dikenai denda sebesar lima persen per bulan dari seluruh total tagihan. Denda ini akan otomatis berlaku setelah melewati tanggal jatuh tempo. Selain beban biaya, pengguna juga harus menghadapi risiko pembatasan akun serta penurunan skor kredit pada catatan SLIK OJK.
 

Penghitungan keterlambatan SPay Later


Setiap keterlambatan pembayaran SPayLater akan dikenakan denda sebesar lima persen dari total tagihan. Sebagai gambaran, jika pengguna memiliki tagihan sebesar Rp100.000, denda yang dikenakan adalah Rp5.000, sehingga total saldo yang harus dibayarkan adalah Rp105.000. Akumulasi denda ini akan terus dihitung per bulan berdasarkan total tunggakan hingga seluruh kewajiban dilunasi.
 
Baca juga: Persaingan Dompet Digital Makin Ketat, Siapa yang Paling Unggul?


(Ilustrasi. Foto: dok Istimewa)
 

Risiko telat SPay Later


Mengutip laman CIMB Niaga, terdapat sejumlah konsekuensi jika pengguna telat membayar SPay Later, di antaranya:
 

1. Skor kredit menurun

Shopee Pay Later bekerja sama dengan layanan kredit nasional seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Jika telat membayar atau gagal melunasi tagihan, skor kredit pengguna bisa menurun sehingga dapat berdampak buruk jika ingin mengajukan pinjaman ke bank.
 

2. Pembatasan penggunaan SPay Later

Jika Anda memiliki riwayat keterlambatan pembayaran, Shopee dapat membatasi atau menonaktifkan fitur SPay Later. Hal ini tentu akan berdampak buruk, sebab pengguna tidak dapat lagi menggunakan layanan SPay Later untuk berbelanja di kemudian hari.
 

3. Risiko masuk daftar hitam kreditur

Jika keterlambatan pembayaran berlangsung dalam waktu lama dan gagal melunasi tagihan, pengguna dapat masuk ke dalam daftar hitam kreditur. Ini berarti Anda akan kesulitan mengajukan pinjaman di masa depan, baik untuk kredit kendaraan, KPR, atau pinjaman modal usaha.
 

4. Gangguan kenyamanan akibat fitur penagihan

Ketika Anda telat membayar, fitur Shopee akan mengirimkan notifikasi dan pengingat secara berkala melalui aplikasi, telepon, email hingga SMS. Jika keterlambatan semakin lama, bukan tidak mungkin pihak Shopee akan menghubungi Anda secara lebih intensif sehingga dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Itu dia informasi seputar biaya keterlambatan SPay Later. Pastikan Anda membayar tagihan dengan tepat waktu sehingga fitur belanja cicilan ini dapat digunakan dengan nyaman tanpa kendala pembatasan akun. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)