Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (tengah). ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban
Sekolah Nasional Terintegrasi Gabungkan Kurikulum Nasional dan Lokal
Achmad Zulfikar Fazli • 21 July 2026 17:48
Jakarta: Sekolah Nasional Terintegrasi akan menggabungkan kurikulum nasional sebagai fondasi dengan kurikulum kekhasan sekolah dan kurikulum berbasis konteks lokal. Program ini dirancang untuk menguatkan kemampuan siswa pada bahasa asing, penguasaan teknologi digital dan wawasan global, dengan tetap berkarakter dan berakar pada nilai serta budaya luhur bangsa Indonesia.
“Kami ingin anak-anak memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai dan budaya luhur Bangsa Indonesia,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.
Dia menjelaskan Sekolah Nasional Terintegrasi tetap akan menggunakan kurikulum nasional sebagai fondasi. Sehingga, standar, arah, dan capaian pembelajaran nasional tetap menjadi dasar dari penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dengan mengadopsi pendekatan pembelajaran mendalam.
Mendikdasmen mengatakan kurikulum nasional ini diperkuat dengan kurikulum kekhasan sekolah yang memuat karakter, visi, dan program unggulan sesuai kebutuhan peserta didik dan sekolah. Di antaranya, Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Sports (STEAMS), kepemimpinan, hingga bahasa asing.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggabungkan kurikulum nasional pada Sekolah Nasional Terintegrasi dengan kurikulum berbasis konteks lokal sebagai pengaya. Program ini memuat potensi daerah, kearifan lokal, budaya, dan kebutuhan masyarakat sebagai sumber belajar yang bermakna.
Di samping itu, Sekolah Nasional Terintegrasi berbasiskan pada digitalisasi pembelajaran serta pengayaan tingkat global.
“Kami tidak menginginkan SNT menjadi ruang kemajuan yang terpisah dari sekolah-sekolah lainnya, melainkan SNT berperan sebagai katalisator bagi sekolah lain di sekitarnya dan SNT harus menjadi mitra bagi sekolah-sekolah di sekitarnya,” kata Mu'ti.

Ilustrasi pendidikan. Foto: Pexels/Haidar Azmi
Kemendikdasmen akan membangun dan mengoperasikan Sekolah Nasional Terintegrasi jenjang pendidikan SMP-SMA di 17 kabupaten/kota pada 2026. Pihaknya tengah menyiapkan kelas transisi yang memadai dengan memanfaatkan berbagai ruangan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen maupun ruangan lain yang disediakan pemerintah daerah selama proses pembangunan gedung SNT baru.
Ke-17 SNT tersebut berlokasi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Jepara. Kemudian, SNT akan dibangun di Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.