Wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan layanan kereta api (KA) jarak jauh. Foto: Dok. KAI.
KAI Catat 308.874 Wisman Naik Kereta Jarak Jauh pada Semester I 2026
Kautsar Widya Prabowo • 21 July 2026 11:19
Jakarta: Sebanyak 308.874 wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan layanan kereta api (KA) jarak jauh selama periode Januari–Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 301.219 pelanggan.
Dari total tersebut, 106.474 wisman atau 34,47 persen memulai perjalanan dari 222 stasiun di luar 10 stasiun dengan volume wisman tertinggi. Artinya, sekitar satu dari tiga wisatawan mancanegara pengguna KA jarak jauh berangkat dari stasiun-stasiun regional.
"Wisatawan mulai menggunakan lebih banyak stasiun sebagai titik awal perjalanan. Pola ini membuka ruang bagi kota-kota regional untuk memperkenalkan kekuatan budaya, kuliner, sejarah, alam, serta kehidupan masyarakatnya," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca Juga :
Anne menjelaskan permintaan perjalanan wisman kini tidak lagi terpusat di satu kawasan. Kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Lampung mulai memperoleh porsi yang lebih besar dalam arus perjalanan wisatawan mancanegara.
Pada tingkat stasiun, Purwokerto melayani 5.780 wisman sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 20,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Stasiun Tegal mencatat 2.980 pelanggan, naik 23,55 persen, dan Stasiun Kiaracondong melayani 2.018 pelanggan, meningkat 18,08 persen.
Menurut Anne, data pergerakan wisman di setiap stasiun dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyusun strategi pengembangan pariwisata. Terutama dalam menonjolkan potensi perekonomian setiap daerah.
"Data stasiun dapat membantu daerah membaca perubahan pola kunjungan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk menyiapkan transportasi lanjutan, informasi destinasi, fasilitas publik, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan," kata Anne.
(3).jpeg)
Ilustrasi KA jarak jauh. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Ia menambahkan, penyebaran perjalanan wisatawan berpotensi memperluas manfaat ekonomi pariwisata apabila stasiun terhubung dengan baik ke berbagai destinasi. Wisatawan yang datang membutuhkan layanan transportasi lanjutan, akomodasi, kuliner, pemandu wisata, pusat informasi, hingga produk kerajinan lokal.
"Stasiun dapat menjadi pintu masuk menuju pengalaman lokal. Keterhubungan yang baik akan membantu wisatawan menjangkau destinasi sekaligus mempertemukan mereka dengan produk dan layanan masyarakat di daerah," tutup Anne.