Rangkul Pemilih Muda Kunci Pertumbuhan Suara

Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat. Foto: Dok. Istimewa.

Rangkul Pemilih Muda Kunci Pertumbuhan Suara

Fachri Audhia Hafiez • 1 September 2026 22:06

Jakarta: Partai politik didorong untuk memperjelas posisi politiknya melalui penguatan kebijakan yang relevan dengan Generasi Z dan Alpha. Langkah strategis tersebut juga harus diimbangi dengan upaya merangkul masyarakat kelas menengah ke bawah demi memperluas basis dukungan dan elektoral jangka panjang.

“Demokrat harus memperjelas positioning politiknya, memperkuat kebijakan yang relevan dengan Generasi Z dan Alpha, serta semakin dekat dengan masyarakat menengah ke bawah. Jangan hanya menyentuh kelompok menengah-atas karena mereka cenderung skeptis dan loyalitas politiknya lebih cair,” kata Profesor Greg Barton dari Deakin University, Australia, dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.
 


Greg menilai konsolidasi dukungan politik tidak bisa terus menggantungkan harapan pada kelompok menengah ke atas yang memiliki kecenderungan relatif skeptis dan loyalitas cair. Penetrasi langsung ke kelompok menengah ke bawah menjadi krusial dalam memperkokoh basis pemilih.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Burhanuddin Muhtadi memetakan pentingnya menjaga relevansi partai di mata generasi muda serta memperluas representasi sosial. Demokrat dinilai memiliki keunggulan pada isu-isu strategis seperti lingkungan hidup dan perubahan iklim yang kini diminati pemilih muda.

“Demokrat harus terus relevan. Caranya dengan memperkuat representasi deskriptif dan memperkuat sisi pembeda yang bisa memudahkan pengenalan party ID (identitas partai) kepada pemilih,” ungkap Burhan.


Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat. Foto: Dok. Istimewa.

Ia menambahkan, penguatan identitas partai harus berjalan beriringan dengan ekspansi teritorial, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, guna merangkul pemilih perempuan dan warga Nahdliyin. Langkah ini dinilai strategis untuk memaksimalkan modal elektabilitas.

Sarasehan tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta jajaran DPP dan anggota DPR RI.

Diskusi yang dimoderatori Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam ini juga menghadirkan deretan pakar, di antaranya Yenny Wahid, Prof. Hermanto Siregar, Prof. Siti Zuhro, dan Prof. Hikmahanto Juwana.

(Fachri Audhia Hafiez)