Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Eko Novi Arianti. Foto Muhamad Marup
Cegah Kekerasan Anak, UU PPRT Perkuat Peran dan Pendapatan Pengasuh
Muhamad Marup • 26 April 2026 11:10
Jakarta: Pengesahan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) tidak hanya memberi kejelasan terkait hak dan perlindungan PRT, tapi juga menguatkan peran PRT dalam menjalankan tugasnya. Hal ini termasuk bagi para caregiver seperti pengasuh anak.
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Eko Novi Arianti, mengatakan, UU PPRT mengatur hak bagi PRT, termasuk pengasuh anak untuk mendapatkan pelatihan vokasional. Pelatihan tidak hanya bersifat teknis, tapi juga cara membangun emosional dengan anak.
"Mereka (pengasuh anak) juga perlu diberikan pelatihan-pelatihan yang seperti itu, bonding atau pola pengasuhan yang kemudian memahamkan anak tidak mengalami kekerasan dengan PRT atau dengan caregiver-nya," ujar Eko, dalam diskusi bertajuk Empowering Women, Nurturing the Future, di Mika School BSD, Sabtu, 25 April 2026.
Baca Juga :
Komnas HAM: Kasus Benhil Gambaran Kerentanan PRT
"Misalnya kalau anak ini susah makan, mereka bisa melakukan apa sesuai dengan usianya mereka, jadi tidak dengan kekerasan dilakukan," jelasnya.
Dengan adanya pelatihan tersebut, Eko menilai, pengasuh anak menjadi profesi yang lebih dihargai. Selama ini, kerja-kerja pengasuhan anak dibayar semampunya dan pengasuhannya berisiko tidak memperhatikan tumbuh kenang anak.
"Jadi, dengan mereka punya skill yang baik, maka mereka punya penghargaan dalam tanda kutip, upah yang layak, kemudian ada kontrak juga dari pemberi kerja kepada si PRT ini, jadi kemudian mendapatkan jaminan sosial dan sebagainya," ucapnya.
Layanan Pelatihan Daycare
Sementara itu, Co-Founder Mika Daycare and Preschool, Marta Yuliana, mengatakan, selain sekolah, pihaknya aktif mengembangkan program pelatihan untuk guru dan caregiver melalui Mika Academy. Pihaknya berfokus pada pengembangan anak secara holistik melalui pendekatan play-based learning yang terstruktur."Mika Academy mendukung aktivitas belajar dan bermain anak secara optimal, sekaligus menciptakan pengalaman sosial yang positif sejak dini," ucapnya.

Empowering Women, Nurturing the Future, di Mika School BSD. Foto Muhamad Marup
Ia memahami berbagai tantangan yang dihadapi para orang tua dalam menjalankan perannya, terlebih para perempuan pekerja yang sulit menyeimbangkan peran profesional dan keluarga.
"Mika hadir sebagai support system yang memungkinkan orang tua bekerja dengan lebih tenang karena anak-anak mereka berada dalam lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya," kata Marta.