Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Pramono Sebut Jakarta Barat dan Timur Tertinggi Terjadi Kasus Kebakaran
Achmad Zulfikar Fazli • 2 September 2026 11:31
Jakarta: Kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Timur disebut paling banyak terjadi kasus kebakaran. Sebab, wilayah tersebut paling padat penduduk.
“Untuk kebakaran dari 457 (kejadian) yang paling banyak di Jakarta Barat, kedua di Jakarta Timur. Memang ini dua wilayah yang potensinya tertinggi yaitu di Barat itu ada Kecamatan Tambora, di Timur itu ada Cakung, itulah petanya,” kata Pramono di Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.
Pramono tak memerinci berapa kasus kebakaran yang terjadi di dua lokasi tersebut. Namun, dia menyampaikan sebanyak 240 kebakaran terjadi di dua wilayah itu selama Agustus 2026.
Penyebab Kebakaran
Menurut Pramono, dugaan korsleting listrik menjadi penyebab yang paling dominan dalam kasus kebakaran. Setelah itu, banyak kasus kebakaran disebabkan pembakaran sampah dan keteledoran masyarakat, seperti membuang puntung rokok dan sebagainya.
.jpg)
Kebakaran yang menghanguskan permukiman padat di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, berhasil dipadamkan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Selain itu, Pramono menilai kondisi musim kemarau dengan cuaca yang semakin panas dapat meningkatkan risiko kebakaran hingga kekeringan. Pramono mengatakan program satu RW satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sudah berjalan. Dia berharap program tersebut dapat membantu penanganan kebakaran di tiap wilayah.
“Sedangkan untuk APAR saya meminta setiap RW memilikinya. Dan karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya,” ujar Pramono.
Siaga Musim Kemarau
Pramono meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiaga untuk menghadapi segala kejadian yang tak diinginkan dalam menghadapi musim kemarau.
Dia mengimbau masyarakat Jakarta dapat menjaga lingkungan masing-masing, mulai dari menggunakan air secara bijak, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan ketersediaan APAR, serta melapor kepada aparat apabila terdapat potensi kebakaran.
“Mari jadikan semangat Jaga Jakarta sebagai gerakan bersama. Semoga Allah meridai setiap langkah kita dalam menjaga keselamatan dan melindungi seluruh warga Jakarta,” kata Pramono.