Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.
Asa Pedagang Sambut Rencana Peremajaan Pasar Sunter Podomoro
Metro TV • 3 September 2026 18:09
Jakarta: Rencana pembenahan dan modernisasi Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, membawa semangat baru untuk menghadirkan tempat berbelanja yang lebih bersih dan nyaman. Langkah revitalisasi yang diusung Perumda Pasar Jaya ini disambut hangat oleh para pedagang, meski kini proses dialog dan penyelarasan skema pembiayaan masih terus berjalan agar tetap ramah bagi kelangsungan usaha para pedagang lokal.
"Pedagang enggak mampu dalam hal ini, karena kondisi pasar itu sangat sepi. Ketidakmampuan pedagang untuk membayar itu karena daya beli di pasar sangat rendah" kata Ketua Paguyuban Pasar Sunter Podomoro, Sutanto, saat menyampaikan aspirasinya, Kamis, 3 September 2026.
Sutanto menyoroti penyesuaian harga lapak baru. Menurutnya, penetapan harga yang terjangkau menjadi kunci utama agar masa transisi menuju wajah baru pasar dapat berjalan mulus dan inklusif bagi seluruh anggota paguyuban.
Harapan agar revitalisasi tetap berpihak pada keberlanjutan mata pencaharian warga juga disuarakan oleh Tini, seorang pedagang setempat. Pada dasarnya, para pedagang menyambut positif niat baik pengelola untuk mempercantik dan merapikan sarana fasilitas pasar demi menarik kembali minat pembeli.
"Kalau memang pasar mau diperbaiki, kami mendukung. Tapi jangan sampai setelah direvitalisasi kami malah tidak mampu membeli lapak," kata Tini optimis agar titik temu harga dapat segera dicapai.
Di samping pembahasan mengenai biaya revitalisasi, komunikasi intensif juga tengah dibangun terkait penyelesaian kewajiban administrasi dan piutang. Para pedagang berharap proses rekonsiliasi data biaya retribusi maupun hak pakai bersama Perumda Pasar Jaya dapat diselesaikan melalui musyawarah secara transparan dan kondusif.
Harapan akan hadirnya ruang diskusi yang menenangkan diakui Randi, pedagang yang turut mengawal proses penataan pasar ini. Ia menginginkan koordinasi terkait penyelesaian biaya sewa dan administrasi tidak menimbulkan kecemasan di tengah upaya bersama menata pasar.
"Pedagang selalu ditakut-takuti, diintimidasi dengan surat-surat piutang itu. Diberi surat peringatan pertama, kedua. Bilamana tidak mau membayar utang, akan dicabut hak pakainya," kata Randi.

Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.
Randi menambahkan, kejelasan legalitas perpanjangan hak pakai serta perjanjian sewa-menyewa menjadi modal penting dalam menciptakan rasa aman bagi pedagang. Melalui keterbukaan dialog antara pedagang dan Perumda Pasar Jaya, revitalisasi Pasar Sunter Podomoro diharapkan dapat segera terealisasi menjadi pusat perdagangan yang modern, ramai, serta menyejahterakan seluruh pihak.
(Metrotvnews.com/Azri Arifin)