Plt Kepala BPSDM Andi Ony. Foto: Istimewa.
Kompetensi Satpol PP Diperkuat
Anggi Tondi Martaon • 3 September 2026 21:48
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat kapasitas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal itu dilakukan agar tugas penegakan Peraturan Daerah (Perda), penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat semakin lebih baik.
Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Andi Ony, menyampaikan, pelatihan dasar tidak hanya menjadi pemenuhan persyaratan kedinasan. Pelatihan juga diarahkan sebagai proses pembentukan karakter, disiplin, kompetensi, dan integritas aparatur Satpol PP.
“Jangan membangun citra Satpol PP sebagai aparat yang ditakuti masyarakat. Bangunlah Satpol PP sebagai aparat yang dihormati masyarakat. Ditakuti dapat diperoleh melalui kewenangan, tetapi dihormati hanya dapat diperoleh melalui integritas, kompetensi, keteladanan, dan cara bertindak yang benar,” kata Andi melalui keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.
Pelatihan diikuti 61 peserta dari 11 pemerintah daerah. Kegiatan bertajuk Pelatihan Dasar Satpol PP 2026 diselenggarakan di Balai Pelatihan Kompetensi Fungsional Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri Bidang Administrasi Kewilayahan, Bogor, Selasa, 1 September 2026.
Andi menjelaskan, BPSDM Kemendagri mendorong peserta memperkuat enam kompetensi utama sebagai bekal menjalankan tugas di daerah. Yakni, kompetensi teknis, komunikasi dan sosial, kepemimpinan lapangan, integritas dan etika, pelayanan publik, serta kesiapsiagaan fisik dan mental.
Sementara itu, kepemimpinan lapangan menjadi bekal bagi aparatur untuk mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi. Integritas dan etika menjadi landasan agar kewenangan tetap dijalankan secara bertanggung jawab.
Sedangkan aspek pelayanan publik turut ditekankan untuk membangun pola kerja yang semakin humanis.
"Satpol PP diharapkan tidak hanya hadir sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai bagian dari pemerintah daerah yang memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat," ungkap Andi.
Satpol PP Profesional dan Modern
Andi menjelaskan, perubahan tantangan di daerah membuat kebutuhan terhadap Satpol PP yang profesional semakin besar. Aparat harus mampu menjaga ketertiban sekaligus beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang lebih terbuka, komunikatif, dan berintegritas.Melalui pelatihan ini, BPSDM Kemendagri mendorong terciptanya keseimbangan antara ketegasan dalam menjalankan aturan dan pendekatan yang humanis. Keduanya dipandang penting agar penegakan Perda berjalan efektif tanpa mengabaikan kualitas interaksi dengan masyarakat.
Kesiapsiagaan fisik dan mental juga menjadi perhatian. Sebab, tugas di lapangan menuntut aparatur menghadapi situasi yang beragam.
"Profesionalisme karenanya tidak hanya dibentuk melalui pengetahuan, tetapi juga melalui kesiapan sikap dan karakter," sebut Andi.
Dukung Pemerintahan Daerah yang Tertib dan Dipercaya

Peserta Pelatihan Dasar Satpol PP 2026. Foto: Istimewa.
BPSDM Kemendagri berharap para peserta membawa kompetensi yang diperoleh ke pemerintah daerah masing-masing. Penguatan kapasitas itu diharapkan berdampak langsung pada kualitas penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta penegakan Perda.
Keberadaan Satpol PP yang profesional juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Satpol PP merupakan salah satu unsur pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas interaksi aparat dengan warga turut berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan publik.
Andi menyampaikan, BPSDM Kemendagri menempatkan integritas, kompetensi, dan pelayanan sebagai fondasi untuk membangun Satpol PP yang semakin dihormati masyarakat. Penguatan sumber daya manusia ini juga menjadi bagian dari kesiapan aparatur daerah menuju Indonesia Emas 2045.
"Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, Satpol PP diharapkan mampu menjalankan tugas secara tegas, humanis, profesional, dan berintegritas," ujar Andi