Pemkot Jaktim Perkuat Komitmen Pengurangan Sampah dari Sumbernya

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.

Pemkot Jaktim Perkuat Komitmen Pengurangan Sampah dari Sumbernya

Anggi Tondi Martaon • 13 May 2026 19:45

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) terus memperkuat upaya pengelolaan lingkungan melalui pengurangan sampah dari sumbernya. Komitmen tersebut untuk menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Semua berkomitmen bahwa timbunan sampah itu harus turun. Untuk pengurangan sampah, ya caranya dipilah, kemudian diolah. Anorganiknya jadi apa, organiknya juga bisa diolah," kata Wali Kota Jaktim, Munjirin, dikutip dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.

Munjirin menyebut, pihaknya akan rutin menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) penanganan sampah. Hal itu sebagai bagian dari evaluasi berkala untuk memantau perkembangan penanganan sampah di 10 kecamatan.

Monev akan dilakukan secara rutin setiap dua pekan sekali sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengendalikan persoalan sampah di tingkat wilayah. Dari hasil evaluasi terbaru, sejumlah kecamatan disebut telah menunjukkan progres positif.

"Ini adalah Monev kesekian kalinya karena Jakarta Timur sudah berangkat jauh-jauh hari. Setiap dua minggu sekali kita mengadakan Monev, dan tadi semua camat sudah memaparkan dan sudah mulai ada hasilnya," ujar Munjirin.

Menurut dia, capaian tersebut salah satunya terlihat dari kinerja Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan sampah, khususnya dalam pengiriman sampah anorganik dari wilayah.

Munjirin kembali menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Dia meminta seluruh warga untuk mulai membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik.

"Saya tekankan agar seluruh warga masyarakat sudah harus mulai, tidak ada kata lain, sudah harus mulai memilah sampah dari rumah masing-masing," ucap Munjirin.

Selain itu, Munjirin menyoroti pentingnya pengawasan berbasis data. Di mana setiap wilayah memiliki catatan tonase produksi sampah yang akan terus dimonitor secara berkala.

Ilustrasi pengelolaan sampah. Foto: Antara.

"Jadi evaluasi nantinya dilakukan setiap dua pekan untuk memastikan adanya penurunan volume sampah secara signifikan di tiap wilayah," sebut Munjirin.

Munjirin menegaskan, pengurangan sampah menjadi target utama. Sebab, kapasitas pengelolaan di TPST Bantargebang sangat terbatas.

"Target kita semaksimal mungkin karena keterbatasan bulan Agustus ya. Bantar Gebang itu hanya menerima residu saja. Jadi masih harus kita upayakan nanti maksimal di Jakarta Timur," jelas Munjirin.

Munjirin menargetkan adanya penurunan signifikan volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju budaya hidup lebih ramah lingkungan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)