Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Ragu Rusia Akan Patuhi Gencatan Serangan Energi yang Diumumkan Trump
Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 11:02
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa ragu Rusia akan mematuhi kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi, yang sebelumnya diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam unggahan di platform X, Senin, 14 September 2026, Zelensky mengatakan Ukraina siap menghentikan serangan serupa terhadap Rusia jika negara-negara mitranya dapat memastikan Moskow benar-benar menghentikan serangan terhadap sistem kelistrikan, fasilitas energi, infrastruktur penting, dan jalur distribusi pangan.
“Kami tidak yakin Rusia bersedia mematuhi kesepakatan apa pun,” kata Zelensky, dikutip dari Anadolu
Menurutnya, setiap kesepakatan harus dapat diandalkan, berlaku dalam jangka panjang, dan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga memperingatkan agar kesepakatan tersebut tidak runtuh setelah Rusia menggelar pemilu dan mendapat pelonggaran tekanan terhadap pasokan bensin serta solar.
Zelensky mengatakan Ukraina sebelumnya telah mengusulkan agar negara-negara mitranya menjamin kesepakatan dengan Rusia untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur penting.
Ia menuduh Rusia terus menargetkan fasilitas yang menopang kehidupan masyarakat, termasuk infrastruktur pangan dan energi.
“Setiap hari, fasilitas energi Ukraina, infrastruktur pelabuhan, logistik, bahkan gudang yang menyimpan makanan dan obat-obatan menjadi sasaran,” ujarnya.
Zelensky menegaskan perang harus segera diakhiri. Menurutnya, langkah deeskalasi dengan menghentikan serangan terhadap infrastruktur penting dapat menjadi tahap awal menuju perdamaian.
“Kami mengharapkan rincian konkret dari para mitra kami,” kata Zelensky.
Trump sebelumnya mengatakan Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi satu sama lain. Namun, hingga pernyataan Zelensky disampaikan, belum ada konfirmasi langsung dari Moskow mengenai kesepakatan tersebut.
Baca juga: Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan ke Fasilitas Energi