Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan ke Fasilitas Energi
Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 09:25
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi satu sama lain.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump menegur Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena serangan terhadap kilang minyak Rusia.
“Ukraina telah setuju untuk tidak menyerang target energi Rusia. Rusia juga telah setuju melakukan hal yang sama,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Senin, 14 September 2026.
Belum ada komentar dari kantor kepresidenan Ukraina maupun tanggapan langsung dari Moskow terkait klaim tersebut.
Trump juga mengatakan kenaikan harga solar dunia sebagian besar disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina, bukan konflik Iran. Harga minyak terus melonjak di tengah perang Iran yang memasuki bulan ketujuh, sehingga meningkatkan biaya bahan bakar dan tekanan inflasi di Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu.
Sehari sebelumnya, Trump menegur Zelensky saat melakukan kunjungan ke Irlandia. Ia meminta pemimpin Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia karena dinilai memperburuk kelangkaan bahan bakar diesel.
“Biarkan dia menyerang target, tetapi bukan bahan bakar diesel, karena dia menyebabkan kelangkaan diesel,” kata Trump, dikutip dari Channel News Asia.
Trump mengatakan dirinya telah berbicara dengan Zelensky mengenai peningkatan serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
“Ada banyak target lainnya. Jangan serang bahan bakar diesel karena itu merugikan. Itu merugikan dunia,” ujarnya.
Ukraina diketahui telah menyerang sejumlah kilang minyak Rusia yang berada jauh dari perbatasan kedua negara. Di sisi lain, Moskow juga meningkatkan serangan jarak jauh, yang menyebabkan lonjakan jumlah warga sipil tewas.
Kyiv melancarkan serangan drone dalam jumlah besar ke wilayah Rusia, sementara Moskow meningkatkan serangan rudal ke tingkat tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Pekan lalu, Trump mengatakan telah melakukan “percakapan yang luar biasa” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengklaim Putin ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Zelensky sebelumnya menyatakan bersedia bertemu Putin dalam KTT G20 di Miami pada Desember. Namun, Kremlin langsung menolak kemungkinan pertemuan tersebut
Baca juga: Trump Desak Zelensky Setop Serangan ke Kilang Penyulingan Minyak Rusia