Puan Imbau Warga Terapkan Prokes Mencegah Penyebaran Influenza A

Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Puan Imbau Warga Terapkan Prokes Mencegah Penyebaran Influenza A

Fachri Audhia Hafiez • 17 September 2026 21:31

Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal ini guna menekan lonjakan kasus penularan virus Influenza A yang tercatat meningkat di sejumlah daerah pada awal September 2026.

“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 17 September 2026.
 


Puan menyoroti peningkatan kasus Influenza A yang berdampak pada keterisian instalasi gawat darurat (IGD) di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti di Bandung dan Surabaya, terutama pada kelompok anak usia dini. Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan komprehensif dan konsisten agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan.


Ilustrasi pembagian masker pencegahan penyakit. Foto: Dok. Antara.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Puan mendorong penguatan infrastruktur kesehatan, kesiapan ketersediaan obat-obatan, hingga kemudahan akses perawatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi.

Bagi warga yang mengalami gejala sakit, mantan Menko PMK ini menyarankan untuk menyempatkan beristirahat serta membatasi aktivitas di luar rumah.

“Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” ucap Puan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan fenomena musiman. Meski gejalanya dapat memicu demam tinggi hingga nyeri badan, aktivitas virus secara nasional dipastikan masih berada pada level rendah dan terkendali.

(Fachri Audhia Hafiez)