Menlu Iran Tegaskan Serangan AS akan Dibalas

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: MOFA Iran

Menlu Iran Tegaskan Serangan AS akan Dibalas

Fajar Nugraha • 10 June 2026 08:58

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melayangkan peringatan keras pada Rabu, 10 Juni dengan menegaskan bahwa tidak ada satu pun serangan atau ancaman terhadap wilayah kedaulatan Iran yang akan dibiarkan tanpa jawaban.

Ultimatum ini mencuat menyusul rentetan serangan udara yang diluncurkan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan selatan negara tersebut.

Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi menilai tindakan militer AS tersebut sebagai bentuk keputusasaan untuk menguji keteguhan sikap Teheran di tengah kekalahan mereka di medan pertempuran.

“Meskipun mengalami kekalahan di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami,” ujar Araghchi, seperti dikutip Anadolu, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Ia memastikan bahwa jajaran angkatan bersenjata Iran yang kuat akan merespons setiap bentuk agresi, sekaligus mendesak pasukan militer Amerika Serikat untuk segera angkat kaki dari kawasan Timur Tengah demi keselamatan mereka sendiri.

"Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban,” tegas Araghchi menambahkan.

“Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para orang asing yang menyusup,” lanjutnya mengingatkan nasib para agresor terdahulu.

Sebelum pernyataan tersebut rilis, sejumlah media lokal Iran melaporkan terjadinya serangkaian ledakan serta hantaman proyektil di Pulau Qeshm, Sirik, Minab, dan Jask yang terletak di Provinsi Hormozgan bagian selatan.

Pada saat yang sama, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan aktif mendeteksi ancaman di wilayah Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Stasiun televisi pemerintah Iran belakangan mengonfirmasi bahwa gelombang serangan udara yang dilaporkan tersebut kini telah mereda, dan situasi keamanan di wilayah selatan diklaim sudah kembali kondusif serta hampir tenang sepenuhnya.

Eskalasi militer terbaru ini mencuat tak lama setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS telah mulai meluncurkan rangkaian serangan udara yang diklaim sebagai tindakan pembelaan diri.

Operasi pemboman tersebut dilakukan sebagai aksi balasan atas insiden ditembak jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS oleh pihak Iran dalam bentrokan sebelumnya.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)