Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud. (Anadolu Agency)
Presiden Somalia Tuduh Israel Sengaja Manfaatkan Sengketa Somaliland
Willy Haryono • 13 June 2026 18:35
Mogadishu: Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menuduh Israel sengaja memanfaatkan perselisihan antara pemerintah federal Somalia dan wilayah Somaliland yang memisahkan diri.
Ia menyebut pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah Somalia.
Dalam wawancara dengan Dawan TV di Mogadishu pada Sabtu, 13 Juni 2026, Mohamud mengatakan Israel mengambil keuntungan dari sengketa yang telah berlangsung lama antara pemerintah pusat Somalia dan otoritas Somaliland di Hargeisa.
"Tel Aviv memanfaatkan perselisihan yang telah lama berlangsung antara Mogadishu dan Hargeisa," ujar Mohamud, seperti dikutip dari Yeni Safak.
Mohamud menegaskan pemerintahannya tetap memilih pendekatan dialog dan diplomasi dibandingkan konfrontasi militer dalam menangani status Somaliland.
Menurutnya, meskipun proses tersebut berlangsung lebih dari tiga dekade, pendekatan damai tetap menjadi pilihan paling tepat dalam situasi yang dihadapi Somalia.
Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 setelah runtuhnya pemerintahan pusat. Sejak saat itu, wilayah tersebut beroperasi secara de facto sebagai entitas yang memiliki pemerintahan, sistem politik, dan aparat keamanan sendiri.
Namun, hingga kini Somaliland belum memperoleh pengakuan luas dari komunitas internasional.
Hubungan dengan Israel Memanas
Mohamud juga menegaskan Somalia tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Ia menyebut negaranya memandang Israel sebagai pihak yang melakukan agresi terhadap rakyat Palestina.Pemerintah Somalia tetap menganggap Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan nasionalnya. Karena itu, setiap bentuk hubungan langsung dengan Somaliland dipandang sebagai pelanggaran terhadap persatuan dan integritas teritorial Somalia.
Ketegangan meningkat setelah Israel pada akhir Desember 2025 mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat dan merdeka.
Langkah tersebut memicu kecaman keras dari Mogadishu yang menegaskan akan mempertahankan klaim kedaulatannya atas Somaliland melalui jalur diplomatik, bukan dengan penggunaan kekuatan militer.
Baca juga: Presiden Somalia Ajak Somaliland Berdialog, Tegaskan Persatuan Negara