Penanganan Karhutla Dinilai Luar Biasa Karena Diperparah El Nino

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi NasDem, Rajiv. Foto: Dok. Istimewa.

Penanganan Karhutla Dinilai Luar Biasa Karena Diperparah El Nino

Fachri Audhia Hafiez • 22 August 2026 09:30

Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama pemerintah daerah didorong mengambil langkah luar biasa (extraordinary) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini diperparah karena minimnya curah hujan akibat fenomena El Nino.

“Karhutla saat ini telah berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Nah, kondisi itu diperparah cuaca kering karena fenomena El Nino. Jadi harus penanganan luar biasa,” kata anggota Komisi IV DPR Rajiv melalui keterangannya, dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.
 


Rajiv juga mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mencairkan anggaran operasional penanggulangan Karhutla sebesar Rp290,9 miliar. Alokasi dana tersebut sebelumnya telah disepakati dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Dorongan ini disampaikan seiring munculnya berbagai titik api baru di wilayah Kalimantan berdasarkan data BNPB per Jumat, 21 Agustus 2026. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Karhutla melahap sekitar 25,29 hektare lahan. Sementara di Kabupaten Kutai Kartanegara, api menghanguskan 49,55 hektare lahan di beberapa kecamatan.

Rajiv turut mengapresiasi upaya seluruh jajaran petugas gabungan mulai dari BNPB, kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah yang telah bersinergi menangani titik api dan kabut asap di pemukiman warga. Ia menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Manggala Agni, TNI-Polri, dan Pemda guna pendinginan dini sebelum api meluas.


Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: ANTARA/HO-Manggala Agni.

“Kapolda, Pangdam, dan seluruh pihak lain juga turut membantu Kementerian Kehutanan di wilayah dalam upaya penanganan asap yang sudah masuk ke pemukiman warga. Ke depan, perlu diperkuat sinergi antara Manggala Agni, TNI-Polri dan pemda dalam pendinginan dini sebelum api meluas,” jelas Rajiv.

Selain fokus pemadaman, Rajiv mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan strategi jangka panjang seperti pemulihan ekosistem melalui penanaman kembali kawasan terdampak. Ia juga mendorong pengetatan patroli terpadu serta pencegahan masif kepada warga dan korporasi.

Terkait indikasi kesengajaan, Rajiv meminta aparat tidak ragu melakukan tindakan tegas untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran.

“Penegakan hukum harus berjalan dan terukur sambil berjalan dengan upaya pemulihan karhutla, dan penyebab kebakarannya tetap harus diselidiki," ucap Rajiv.

(Fachri Audhia Hafiez)