Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto:Dok.Ist)
Sistem Pembelajaran Adaptif Harus Diperkuat untuk Hadapi Ancaman Bencana
Achmad Zulfikar Fazli • 24 August 2026 16:43
Jakarta: Indonesia merupakan kawasan rawan bencana alam. Sistem pembelajaran yang adaptif harus diperkuat untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah ancaman bencana alam yang melanda di Tanah Air.
"Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan, bukan sekadar reaksi sesaat," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 24 Agustus 2026.
Rentetan bencana alam yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan hingga gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menguji ketahanan sektor pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan protokol pembelajaran darurat di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, tantangan yang harus segera dijawab adalah bagaimana teknis pelaksanaan pembelajaran darurat. Sehingga, proses belajar mengajar tetap berlangsung dan hak anak tidak terampas di tengah krisis.
Rerie mengatakan data yang ada menunjukkan urgensi menghadirkan mekanisme pembelajaran yang adaptif merespons tantangan yang beragam. Berdasarkan Peta Risiko Bencana BNPB 2023, lebih dari 70 ribu satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi. Bahkan, UNICEF menempatkan Indonesia dalam 50 negara dengan anak-anak paling berisiko terdampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
_%20Foto-%20Istimewa.jpg)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Istimewa
Rerie mendorong konsistensi upaya pemerintah dalam menerapkan protokol pembelajaran darurat di wilayah terdampak bencana. Namun, upaya tersebut harus mengedepankan keselamatan pengajar dan peserta didik, hak belajar murid terpenuhi, serta pemulihan pascabencana yang terencana untuk terus disempurnakan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap sejumlah kebijakan tersebut menjadi momentum membangun sistem jangka panjang dalam mengantisipasi sejumlah tantangan berbagai potensi bencana di Tanah Air.
"Kesiapan SDM, penguatan kurikulum adaptif, dan peningkatan literasi kebencanaan bagi pengajar harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya tentang bagaimana belajar saat bencana, tapi bagaimana kita memastikan masa depan anak bangsa tidak terhenti oleh bencana," ujar Rerie.