Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com.
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga BBM di Kamboja
Ade Hapsari Lestarini • 17 March 2026 17:31
Phnom Penh: Kementerian Perdagangan menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kamboja akan mengalami kenaikan dalam tiga hari ke depan. Kenaikan ini akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Perdagangan menyatakan harga bensin jenis reguler naik menjadi 5.500 riel (sekitar USD1,37 atau setara Rp23.255) per liter dari sebelumnya 5.200 riel. Harga BBM ini mengalami kenaikan 5,7 persen dalam periode tiga hari terakhir.
Melansir Xinhua, Selasa, 17 Maret 2026, untuk harga solar naik menjadi 6.550 riel (Rp27.793) per liter dari 6.400 riel, atau mengalami kenaikan sebesar 2,3 persen.
Sejak eskalasi konflik di Timur Tengah, harga bensin di Kamboja telah melonjak hingga 42,8 persen. Sedangkan harga solar meningkat lebih tajam hingga mencapai 70 persen. Kenaikan ini, mencerminkan dampak dari tekanan global terhadap harga energi pada negara-negara importir.

Gangguan distribusi BBM di Kamboja
Dampak kenaikan harga dan gangguan pasokan juga mulai terasa di dalam negeri. Lebih dari 400 dari total 6.300 depot dan stasiun pengisian bahan bakar di Kamboja dilaporkan menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan distribusi pasokan baru.
Kondisi ini terjadi karena Kamboja sepenuhnya bergantung pada impor bahan bakar minyak, mengingat cadangan minyak di dasar laut negara tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Kenaikan harga BBM ini menunjukkan tingginya kerentanan negara berkembang terhadap gejolak geopolitik global, terutama dalam sektor energi, di tengah ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga internasional. (Rosa Salma F)