Rupiah Turun ke Rp17.143/USD Rabu Sore

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Turun ke Rp17.143/USD Rabu Sore

Eko Nordiansyah • 15 April 2026 16:30

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami penurunan. Rupiah masih tertekan sejak pembukaan pagi tadi.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 15 April 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.143 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 16 poin atau setara 0,09 persen dari posisi Rp17.127 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp17.135 per USD. Rupiah melemah lima poin atau setara 0,03 persen dari Rp17.130 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.141 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun enam poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.135 per USD.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Potensi dialog AS-Iran

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen tanda-tanda potensi dialog AS-Iran untuk mengakhiri perang mengurangi kekhawatiran tentang risiko pasokan yang berasal dari blokade AS terhadap Selat Hormuz.

Militer AS mengatakan blokade mereka terhadap Selat Hormuz akan meluas ke timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab, sementara data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal berbalik arah di selat tersebut saat blokade mulai berlaku.

Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan di negara-negara yang berbatasan dengan Teluk setelah runtuhnya pembicaraan akhir pekan di Islamabad yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis tersebut.

Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan dialog antara Iran dan AS masih berlangsung, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan. Trump mengatakan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan.

Sekutu NATO, termasuk Inggris dan Prancis, menahan diri untuk tidak bergabung dalam blokade tersebut, dan malah menganjurkan pembukaan kembali jalur air vital itu. Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan harga minyak dapat mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan setelah pengiriman kembali normal melalui Selat Hormuz.

Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional mendesak negara-negara untuk menghindari penimbunan pasokan energi atau memberlakukan pembatasan ekspor di tengah apa yang mereka gambarkan sebagai guncangan paling signifikan yang pernah terjadi di pasar energi global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)