Istri pelatih Valencia menangis meminta agar pencarian suami dan anaknya dilanjutkan. Dokumentasi/Istimewa
Sambil Menangis, Istri Pelatih Valencia Minta Pencarian Suami dan Anaknya Dilanjutkan
Media Indonesia • 1 January 2026 13:27
Labuan Bajo: Suasana haru menyelimuti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo saat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena bertemu dengan istri dan keluarga pelatih tim cadangan Valencia CF, Fernando Martín Carreras yang hilang di perairan Pulau Padar pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Pertemuan itu disaksikan Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia dan Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, Budi Widjaya, yang bertindak sebagai pendamping sekaligus penerjemah. Istri Fernando Martín menangis dan memohon agar pencarian terhadap suami serta anak-anaknya yang masih hilang terus dilakukan hingga mereka ditemukan.
"Please help… please help," ucapnya dengan suara bergetar, sambil menjabat tangan dan memeluk erat Gubernur NTT, Selasa, 30 Desember 2025.
Melkiades pun berupaya menenangkan keluarga korban. Ia menyampaikan empati mendalam sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama tim SAR untuk terus melanjutkan proses pencarian secara maksimal.
"Kami akan terus mencari bapak dan anak yang belum ditemukan. Semua upaya terbaik sedang dan akan terus dilakukan," ujar Melkiades.
.jpg)
Suasana pencarian hari kelima terhadap tiga korban WNA asal Spanyol yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12). ANTARA/Gecio Viana
Sebelumnya, kapal semi pinisi KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 penumpang mengalami kecelakaan laut. Para penumpang itu terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda.
Tim SAR gabungan pada hari kejadian berhasil mengevakuasi sebanyak tujuh dari total 11 penumpang. Para korban selamat di antaranya empat orang ABK termasuk nakhoda kapal, dua wisatawan, dan seorang pemandu wisata. Pada Senin, 29 Desember 2025, satu korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.