Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Wapres Garansi Fasilitas Pendidikan IKN Standar Modern dan Terpadu
Fachri Audhia Hafiez • 31 December 2025 18:28
Kalimantan Timur: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kesiapan fasilitas pendidikan di kawasan hunian ASN Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sarana belajar mulai dari jenjang TK hingga SMA tersedia dengan kualitas modern dan terpadu.
"Fasilitas pendidikan yang dirancang secara terpadu ini tidak hanya berisikan ruang kelas, tapi juga termasuk laboratorium teknologi, sains, ruang kegiatan siswa dan berbagai fasilitas penunjang lainnya, untuk mendukung proses belajar-mengajar yang berkualitas di ibu kota baru," kata Gibran dalam keterangan resminya, dilansir Antara, Rabu, 31 Desember 2025.
Gibran menegaskan bahwa kehadiran sekolah yang lengkap merupakan komponen vital dalam membangun ekosistem kota yang ramah keluarga. Ia berharap, lingkungan belajar yang aman dan inklusif di IKN dapat menjadi pondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat detail bangunan sekolah yang telah disiapkan. Bangunan SD dan TK berdiri di atas lahan 5.520 meter persegi dengan kapasitas 20 ruang kelas. Sementara itu, bangunan SMP dan SMA dirancang masing-masing memiliki 9 ruang kelas yang mampu menampung 32 murid di setiap kelasnya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Keunggulan fasilitas pendidikan di IKN ini terletak pada kelengkapan laboratoriumnya, mulai dari laboratorium bahasa, komputer, hingga laboratorium praktikum sains seperti fisika, kimia, dan biologi. Seluruh infrastruktur ini dibangun dengan mengedepankan aspek fungsionalitas dan kenyamanan siswa.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.