Senator Demokrat Minta AS Tiru Sanksi Inggris terhadap Permukiman Israel

AS Israel, Demokrat AS, Donald Trump, Marco Rubio, Chris Van Hollen, Joaquin Castro, Ro Khanna, Greg Casar

Senator Demokrat Minta AS Tiru Sanksi Inggris terhadap Permukiman Israel

Muhammad Reyhansyah • 9 September 2026 17:01

Washington: Sejumlah senator dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump mengikuti langkah Inggris dan negara-negara Eropa yang memberlakukan sanksi serta pembatasan perdagangan terhadap permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. 

Namun, Washington menegaskan tidak akan mengambil langkah serupa.

Senator Chris Van Hollen mengatakan negara-negara Eropa akhirnya mulai beralih dari kecaman terhadap perluasan permukiman Israel menuju tindakan nyata.

"Beberapa negara Eropa akhirnya melampaui kecaman rutin terhadap perluasan permukiman ilegal Israel dan mengambil tindakan untuk menegakkan hukum internasional. Ini langkah sederhana, tetapi penting," tulis Van Hollen melalui platform X, dikutip dari Anadolu, Rabu, 9 September 2026.

Ia menambahkan bahwa Kongres Amerika Serikat harus mengambil langkah serupa meski pemerintahan Trump menentangnya.

Anggota DPR AS Joaquin Castro juga menyerukan kebijakan yang sama. Ia menyebut keputusan Inggris memberlakukan sanksi dan larangan perdagangan terhadap permukiman sebagai "langkah ke arah yang benar."

"Setiap presiden Amerika yang serius ingin mencapai perdamaian seharusnya melakukan hal yang sama," tulis Castro.

Seruan serupa disampaikan Ro Khanna, Greg Casar, dan Chuy Garcia. Mereka mendukung langkah Inggris serta meminta Washington menjatuhkan sanksi terhadap permukiman Israel di Tepi Barat.

Khanna juga mendesak presiden AS berikutnya mengakui negara Palestina, sementara Garcia menyerukan Washington mengakhiri dukungan terhadap pendudukan Israel.

12 Negara Sanksi Permukiman Israel

Seruan para legislator Demokrat itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengumumkan larangan impor barang dari permukiman Israel di Tepi Barat

Langkah tersebut merupakan bagian dari pernyataan bersama 12 negara yang menyatakan akan memberlakukan pembatasan perdagangan terhadap produk dari permukiman Israel.

Israel kemudian merespons dengan mengumumkan penutupan Konsulat Inggris di Yerusalem Timur.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington tidak berencana mengikuti langkah Inggris. Rubio mengatakan Inggris sebelumnya telah memberi tahu pemerintah AS mengenai kebijakannya, tetapi menekankan keputusan tersebut merupakan hak London.

"Jelas, kami tidak akan melakukan apa yang dilakukan Inggris," kata Rubio kepada wartawan di Miami, Selasa.

Perbedaan sikap tersebut menunjukkan adanya tekanan politik domestik di Amerika Serikat terkait kebijakan terhadap permukiman Israel, sementara pemerintahan Trump tetap mempertahankan sikap berbeda dari sejumlah sekutu Eropa.

Baca juga: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai Balasan Sanksi Dagang

(Willy Haryono)