Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai Balasan Sanksi Dagang

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. (Anadolu Agency)

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai Balasan Sanksi Dagang

Muhammad Reyhansyah • 9 September 2026 10:45

Tel Aviv: Israel memutuskan menutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur sebagai respons terhadap langkah Inggris bersama Prancis dan Kanada yang membatasi impor barang dari permukiman Israel di Tepi Barat

Keputusan tersebut menandai eskalasi terbaru dalam hubungan kedua negara yang semakin tegang.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan keputusan itu merupakan bagian dari respons Israel terhadap kebijakan Inggris yang dinilai mencampuri urusan dalam negeri Israel.

"Langkah Inggris secara moral menyimpang dan merupakan bentuk campur tangan terang-terangan terhadap urusan negara berdaulat dan proses pemilihannya," kata Saar, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 9 September 2026.

Israel juga menyatakan Inggris tidak lagi akan berpartisipasi dalam misi koordinasi pimpinan Amerika Serikat terkait Gaza. Selain itu, sejumlah pejabat Inggris, termasuk mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, serta warga negara lain akan dilarang memasuki Israel.

Konsulat Inggris di Yerusalem Timur memiliki akreditasi terhadap Otoritas Palestina di Tepi Barat. Saar mengatakan langkah tersebut telah dikoordinasikan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Presiden Israel Isaac Herzog sebelumnya juga menuduh Inggris melakukan campur tangan terhadap pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober.

Keputusan Israel muncul setelah Inggris, Prancis, Kanada, dan 10 negara lainnya menyatakan akan mengambil langkah terhadap perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. 

Inggris mengumumkan akan melarang impor barang dari permukiman tersebut, sementara Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menilai ekspansi permukiman mengancam kelangsungan solusi dua negara.

Miliband juga menuduh adanya pembersihan etnis terhadap warga Palestina di sejumlah wilayah Tepi Barat. Ia mengatakan Inggris tidak bisa lagi hanya mengecam ketidakadilan dan penderitaan, tetapi harus mengambil tindakan untuk menghentikan perluasan permukiman.

Amerika Serikat, di sisi lain, menolak mengikuti langkah tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pembatasan impor dapat mengganggu stabilitas Tepi Barat dan menegaskan Washington tidak akan melarang produk dari permukiman Israel.

Hubungan Inggris-Israel telah semakin tegang dalam beberapa tahun terakhir akibat perbedaan sikap mengenai perang di Gaza, perluasan permukiman di Tepi Barat, dan meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina.

Baca juga: Palestina Sambut Baik Pembatasan Dagang 12 Negara terhadap Permukiman Israel

(Willy Haryono)