BPBD Demak melakukan droping air bersih kepada warga Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, karena kesulitan mendapatkan air bersih, menyusul dampak kemarau panjang, Senin, 10 Agustus 2026. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
580 Ribu Liter Air Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Demak
Silvana Febiari • 10 August 2026 18:58
Demak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah mendistribusikan 580.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan sejak Juni hingga Agustus 2026. Bantuan tersebut disalurkan setelah sumber air di sejumlah desa mulai mengering.
"Jumlah air bersih yang terdistribusi tersebut, masih bisa bertambah karena masih ada desa yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih," kata Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono, dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Untuk hari ini, BPBD juga mendistribusikan air bersih ke Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, serta Desa Sambong, Kecamatan Gajah. Khusus Desa Ngaluran, pengajuan permintaan bisa mencapai enam truk tanki dengan kapasitas 5.000 liter air bersih.
Tujuh kecamatan telah mengajukan distribusi air bersih karena sumber air di sejumlah wilayah mulai mengering. Pengajuan tersebut tidak hanya berasal dari desa, tetapi juga sekolah yang mengalami kekurangan air bersih.
Dari tujuh kecamatan, terdapat 13 desa yang tersebar di enam kecamatan dan tiga sekolah di Kecamatan Mranggen, Gajah, dan Wonosalam. Belasan desa yang terdampak kekeringan, yakni di Kecamatan Mranggen terdapat enam desa, yakni Kebonbatur, Jamus, Kalitengah, Banyumeneng, Sumberrejo, dan Kangkung. Sedangkan di Kecamatan Guntur ada dua desa, yakni Desa Trimulyo dan Sidoharjo.
Sementara di Kecamatan Wedung terdapat dua desa, yakni Desa Kedung pasir dan Kedung Mutih. Sedangkan di Kecamatan Gajah terdapat satu desa, yakni Desa Sambung, serta Kecamatan Karanganyar terdapat dua desa, yakni Desa Ngaluran dan Undaan Kidul.
Khusus Kecamatan Wonosalam permohonan air bersih diajukan oleh SMK Sultan Fatah. Termasuk di Kecamatan Gajah juga ada SD Negeri 2 dan Kecamatan Mranggen terdapat SMP 2 Mranggan yang mengajukan permintaan air bersih.
"Pekan ini juga sudah terjadwal pendistribusian air bersih ke beberapa desa yang sebelumnya sudah mengajukan surat permohonan ke BPBD," ujarnya.

Droping air bersih untuk warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, beberapa tahun yang lalu. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Dalam rangka memudahkan masyarakat, BPBD Demak juga meminjamkan tandon air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Masyarakat bisa mengambilnya saat membutuhkan tanpa harus menunggu truk tanki BPBD datang ke lokasi.
Tandon air itu antara lain ditempatkan di Desa Ngaluran, Undaan Kidul, Karangtengah, dan Banyumeneng.
Demi, warga Desa Ngaluran, mengatakan sumur miliknya mulai mengering sejak sebulan terakhir. Kondisi serupa terjadi pada suplai air dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
"Untuk kebutuhan air minum, saya beli air isi ulang. Kalaupun air bersih untuk mandi cuci kehabisan, terpaksa meminta tetangga yang masih memiliki persediaan air bersih," ungkapnya.