Microsleep Ancam Para Pemudik, Berikut Cara Mengatasinya

Ilustrasi. Foto: Medcom.id/World of Relief.

Microsleep Ancam Para Pemudik, Berikut Cara Mengatasinya

Muhamad Marup • 13 March 2026 20:17

Jakarta: Jelang momen mudik lebaran, masyarakat terutama umat muslim bersiap pulang ke kampung halaman. Suasana berkumpul bersama keluarga menjadi satu hal yang tidak tergantikan saat hari raya Idulfitri.

Keamanan dan kenyamanan selama mudik harus benar-benar diutamakan agar selamat sampai tujuan. Salah satu ancaman bagi para pemudik yaitu microsleep atau kondisi tidur singkat secara tiba-tiba.

Metrotvnews telah merangkum beberapa cara mengatasi microsleep yang penting saat mudik lebaran sebagai berikut.

Manajemen Kelelahan

Peneliti di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dwi Ardianta Kurniawan, mengarakan pentingnya manajemen kelelahan dari sang pengemudi. Berada di balik kemudi selama berjam-jam, dapat menguras tingkat konsentrasi dan memperbesar risiko microsleep.

Dia menyarankan untuk menerapkan standar keselamatan berkendara dengan konsisten. Beristirahatlah minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal 4 jam berturut-turut.

"Selain itu manfaatkan rest area tol atau ribuan masjid yang telah disiapkan pemerintah untuk sekadar meregangkan otot, minum air putih, dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan," ujar Dwi, mengutip laman resmi UGM.


Ilustrasi Pexels

Pola Makan

Saran tambahan disampaikan Ahli Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Karina Rahmadia Ekawidyani, mengatakan, pola makan juga berperan penting terhadap tingkat kewaspadaan dan stamina tubuh. Menurutnya, terdapat jenis makanan tertentu yang justru memicu rasa kantuk, sementara yang lain dapat membantu menjaga energi tetap stabil.

"Makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat dapat membuat kita lebih mudah mengantuk. Misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya," terang Karina, mengutip laman resmi IPB University.

Dia memberikan beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan untuk meningkatkan stamina saat mudik, antara lain:
  • Sumber karbohidrat kompleks seperti serealia utuh (beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung), sayuran berpati (kentang, ubi), serta kacang-kacangan.
  • Sumber protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan.
  • Sumber lemak baik seperti ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta alpukat.
  • Buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta tinggi kandungan air.
  • Selain makanan, kecukupan cairan juga tidak boleh diabaikan.

"Pengemudi harus memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, baik saat sahur maupun berbuka. Meskipun berpuasa, tetap dianjurkan minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5–2 liter air per hari," tuturnya.

Konsumsi Kafein

Terkait konsumsi kafein seperti kopi atau teh, Karina mengakui bahwa kafein dapat membantu mengurangi kantuk, namun efeknya hanya sementara. Di sisi lain, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg atau setara empat cangkir per hari.

Meski demikian, dia menyarankan agar cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir saja.

"Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi, jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi," terangnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)