Pasca Longsor, Butuh Waktu 10 Hari Bereskan Sampah Menumpuk di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Aris.

Pasca Longsor, Butuh Waktu 10 Hari Bereskan Sampah Menumpuk di Jakarta

Aris Setya • 31 March 2026 16:54

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan butuh waktu sekitar 10 hari untuk mengatasi penumpukan sampah di sejumlah wilayah Ibu Kota. Penumpukan sampah tersebut disebabkan gangguan operasional di TPST Bantargebang usai longsor di zona 4A sehingga membuat pengiriman sampah dari Jakarta ke lokasi pengolahan sempat terhenti.

“Sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A kemudian memang harus ada waktu 10 hari untuk kita tata kembali,” sebut Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, selama periode tersebut, distribusi sampah di Jakarta tidak berjalan normal sehingga terjadi penumpukan di sejumlah titik. Salah satu titik yang sempat mengalami penumpukan parah adalah Pasar Induk Kramat Jati.

Tumpukan sampah di lokasi itu bahkan dilaporkan mencapai ketinggian hingga sekitar enam meter dan menimbulkan bau menyengat dari sisa buah serta sayuran.


Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.

Selain itu, antrean pengangkutan sampah juga terlihat di kawasan Banjir Kanal Timur, Jatinegara. Puluhan gerobak dan truk sampah mengantre di tempat penampungan sementara (TPS) akibat terganggunya alur pembuangan ke Bantargebang.

Meski ada kendala, Pramono memastikan kondisi kini berangsur normal setelah TPST Bantargebang kembali dapat digunakan. Ia menyebut sebagian besar tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung sudah dibersihkan.

“Sekarang ini sudah tertata kembali. Beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi, tetapi sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali,” ucap Pramono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)