Ilustrasi, pameran industri otomotif. Foto: dok Medcom.id
Daya Beli Terjaga, Purbaya: Orang-orang yang Dulu Punya Motor Sekarang Sudah Bisa Beli Mobil
Husen Miftahudin • 6 April 2026 12:25
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan indikator konsumsi dan mobilitas seperti belanja masyarakat, penjualan ritel, dan penjualan kendaraan bermotor tetap tumbuh. Ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga.
"Aktivitas sektor riil ini memunculkan ekspansi yang konsisten seiring menguatnya optimisme masyarakat," ucap Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menkeu RI, Senin, 6 April 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan Purbaya, pada kinerja industri otomotif per Februari 2026, penjualan mobil mencatat level dengan kenaikan yang signifikan meski sempat mengalami penurunan tipis dari masa 'peak sesaon' pembelian mobil.
Namun jelas Bendahara Negara itu, jika dibandingkan dengan tahun lalu, maka level tersebut masih jauh lebih tinggi bahkan jika dibandingkan dalam beberapa tahun terakhir. Artinya terjadi perbaikan daya beli masyarakat.
"Motor juga sempat naik tinggi walaupun agak turun di bulan Februari, tapi kita lihat masih tumbuh positif dan mungkin sebagian pembeli motor sudah kaya sekarang jadi shift ke, mudah-mudahan ya, jadi beli mobil lebih banyak," tutur Purbaya.
| Baca juga: Harga BBM Stabil, Langkah Pemerintah Tepat Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global |

(Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok Istimewa)
Kemenkeu terapkan early warning system
Sementara pada konsumsi semen, lanjut Purbaya, juga mengalami pertumbuhan yang positif dalam dua bulan pertama tahun ini dimana pada Februari 2026 indeks kenaikannya mencapai 5,3 persen.
"Kalau kita lihat di tahun lalu secara rata-ratanya di Juni, Juli, Agustus, September, itu cenderung negatif. Jadi memang ada perbaikan riil di perekonomian," tutur dia.
Sehingga, tegas Purbaya, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa terjadi perbaikan yang nyata pada perekonomian domestik Indonesia. Meskipun demikian, ia menekankan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus memonitor kondisi perekonomian Indonesia secara berkesinambungan.
"Kita akan monitor terus keadan seperti ini, kalau ada pelemahan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi Kemenkeu sudah menerapkan early warning system yang cukup utnuk perekonomian kita," kata Purbaya.