Pinjaman Daring Dukung Pendanaan Usaha Mikro ke Masyarakat

Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) Nucky Poedjiardjo (tengah). Foto: Dok istimewa

Pinjaman Daring Dukung Pendanaan Usaha Mikro ke Masyarakat

Eko Nordiansyah • 20 June 2026 16:00

Jakarta: Di tengah kebutuhan pendanaan yang terus meningkat, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas inklusi keuangan guna mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70 persen pada 2025. Artinya, masih terdapat sekitar 30 persen masyarakat dewasa Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal atau financially excluded.

Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) Nucky Poedjiardjo mengatakan, perluasan akses keuangan yang inklusif menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Menurutnya, kehadiran pinjaman daring (pindar) menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit sekaligus mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi.

“Easycash berkomitmen terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” kata Nucky dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dikutip Sabtu, 20 Juni 2026.

Fokus perusahaan dalam memperluas akses pendanaan, tercermin dari penyaluran pendanaan yang terus bertumbuh. Sejak 2017, Easycash sebagai platform pindar berizin dan diawasi oleh OJK, telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana (borrower) dengan total nilai pinjaman mencapai Rp96,67 triliun.



(Salah satu penerima manfaat pendanaan Easycash adalah petani asal Jember Ifa Maria Ulfa. Foto: Dok istimewa)

Pendanaan yang mendukung produktivitas masyarakat

Salah satu penerima manfaat pendanaan Easycash adalah petani asal Jember Ifa Maria Ulfa yang mendapat akses pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal usaha tani. Menurut Ifa, akses pendanaan yang dapat diakses dengan cepat membantunya memperoleh pupuk pada waktu yang tepat sehingga kegiatan budidaya dapat terus berjalan.

“Dana yang saya dapatkan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pembelian pupuk saat modal sedang terbatas. Proses pencairannya cepat sehingga saya bisa tetap menjalankan usaha tani tanpa harus menunda kebutuhan produksi,” ujar Ifa.

Bagi Ifa, akses pendanaan tersebut membantu menjaga keberlangsungan usaha tani yang menjadi sumber penghidupan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal ketika kebutuhan mendesak. Pendanaan digunakan untuk pembelian pupuk tanaman cabai dan padi saat ia mengalami keterbatasan dana.

Memperkuat fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan

Easycash juga memperkuat penerapan tata kelola perusahaan melalui penguatan fungsi pengawasan, penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian internal, penguatan fungsi kepatuhan, audit internal dan eksternal, serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan perusahaan sejalan dengan implementasi POJK No. 40 Tahun 2024.

Nucky menjelaskan, penerapan tata kelola yang baik tidak hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga untuk membangun perusahaan yang sehat. Ia meyakini penerapan ini dapat diandalkan dalam memperluas akses kredit masyarakat, serta mampu memberikan perlindungan bagi konsumen. 

“Tata kelola yang kuat akan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. Ke depan, Easycash akan terus berfokus pada perluasan akses pendanaan bagi masyarakat, khususnya segmen unbanked dan underbanked,” tutup Nucky.

Di saat yang sama, perusahaan juga berkomitmen mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat semakin bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital melalui berbagai program edukasi, seperti MOJANG (Modul Bijak Keuangan) dan platform edukasi ChatPindar.

(Eko Nordiansyah)