Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pertemuan dengan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) menyusul rencana misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat. Dokumentasi/ istimewa
Jamu Indonesia Bersiap Menembus Pasar Global dengan Standar Internasional
Deny Irwanto • 20 January 2026 20:52
Jakarta: Industri jamu Indonesia perlahan melangkah ke panggung dunia. Dukungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) menjadi sinyal kuat bahwa jamu tidak lagi dipandang semata sebagai warisan budaya, melainkan sebagai produk kesehatan yang siap bersaing secara global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi resmi antara BPOM dan jajaran PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum Heri Susanto. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025, yang membuka penjajakan kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center serta koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia.
"Kami apresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration)," kata Kepala BPOM, Taruna Ikrar, Selasa, 20 Januari 2026.

BPOM melakukan pertemuan dengan PPJAI menyusul rencana misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat. Dokumentasi/ istimewa
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran strategis BPOM, termasuk Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK) Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK Imelda Ester Riana P. Kehadiran delapan pengurus inti PPJAI, termasuk Dewan Pakar, menegaskan keseriusan penyusunan peta jalan ekspor jamu yang sistematis.
Dalam pertemuan itu, PPJAI memaparkan sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan organisasi sebagai wadah konsolidasi pelaku jamu alami, permohonan pendampingan teknis BPOM dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), hingga asistensi perizinan FDA.
PPJAI juga mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing dan mengundang Kepala BPOM untuk hadir dalam Musyawarah Nasional PPJAI mendatang.
Ketua Umum PPJAI, Heri Susanto, menegaskan langkah ekspor jamu disusun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di negara tujuan.
"Agenda ekspor jamu ke Amerika Serikat kami susun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA. Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PPJAI Mukit Hendrayatno menilai kesiapan pelaku jamu nasional terus meningkat. Menurut dia sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice.
"Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke Amerika Serikat dapat segera terwujud," ungkap Mukit.