Bendungan Meninting. Lombok Barat, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube.
Menteri PU: 5 Bendungan Baru Berpotensi Hasilkan 720 Ribu Ton Padi/Tahun
Husen Miftahudin • 10 July 2026 15:14
Lombok Barat: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan peresmian lima bendungan Indonesia berpotensi meningkatkan produksi padi nasional hingga sekitar 720 ribu ton per tahun. Peresmian tersebut dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Dody, lima bendungan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang mampu melayani sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian. Bendungan Meninting sendiri rampung dibangun pada 2025.
"Dari kelima bendungan ini insyaallah kita akan mendapatkan kurang lebih 720 ribu ton padi per tahun," kata Dody Hanggodo saat Peresmian Lima Bendungan di Indonesia yang digelar di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Jumat, 10 Juli 2026.
Dody menegaskan bendungan memiliki peran strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Menurut dia, air yang ditampung di bendungan harus dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian, penyedia air baku, pengembangan energi, hingga pengendali banjir di kawasan hilir.
"Di lokasi peresmian ini kita melihat betapa pentingnya pekerjaan mengelola air. Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak dari Magelang dulu, menjadi air baku bagi masyarakat, energi yang bisa dikembangkan, dan perlindungan bagi kawasan hilir dari banjir," terang Dody.

(Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube)
Dukung perwujudan swasembada pangan hingga energi
Dody mengatakan pembangunan bendungan merupakan bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Menurut dia, pengelolaan sumber daya air yang tertib dan berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
"Di sinilah arahan Bapak melalui Asta Cita Presiden menjadi sangat jelas, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air melalui tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar mampu memberikan manfaat maksimal kepada petani dan rakyat Indonesia," tegas Dody.
Dody menambahkan bendungan merupakan bagian awal dari sistem layanan sumber daya air. Manfaatnya baru dapat dirasakan secara optimal apabila air yang ditampung benar-benar mengalir hingga ke lahan pertanian dan masyarakat.
Karena itu, Kementerian PU terus melanjutkan pembangunan jaringan irigasi agar distribusi air dapat menjangkau seluruh areal pertanian yang menjadi sasaran.
"Bendungan adalah hulu dari layanan air. Manfaatnya baru lengkap ketika air tersebut benar-benar diterima oleh para petani, keluarga, dan masyarakat sekitar," papar Dody.
Ia menjelaskan, lima bendungan tersebut dibangun dalam kurun waktu 2015 hingga 2025 dan kini telah mulai memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat di sekitarnya.
"Pekerjaan irigasi terus kami lakukan untuk memastikan air benar-benar sampai kepada lahan-lahan pertanian sesuai arahan Bapak kepada kami," tutur Dody.