Pesawat jet tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Jet Tempur AS dan Israel Serang Kapal Iran di Dekat Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 26 May 2026 14:27
Teheran: Pesawat jet tempur Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan menyerang kapal Iran di selatan Pulau Larak, Selat Hormuz, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan serangan tersebut menewaskan "sejumlah warga Iran".
Meski tidak menyebut jumlah pasti korban tewas, beberapa media melaporkan sedikitnya empat orang meninggal dunia akibat serangan itu.
Serangan terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung dan meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Israel melawan Iran.
Finalisasi Kesepakatan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang kemungkinan membutuhkan beberapa hari lagi untuk diselesaikan.Rubio menyebut pihak-pihak terkait kini semakin dekat mencapai kesepahaman mengenai bentuk akhir perjanjian.
"Saya pikir ada keselarasan dan kesepakatan yang kuat mengenai seperti apa rancangan awalnya," kata Rubio kepada wartawan dalam perjalanan menuju New Delhi, dikutip dari TRT World, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, pembahasan detail kecil seperti kata dan kalimat dalam dokumen masih menjadi bagian dari negosiasi.
"Jika memang akan ada kesepakatan, maka kami harus menyelesaikan hal-hal tersebut. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik atau tidak akan ada kesepakatan sama sekali," ujarnya.
AS Desak Selat Hormuz Dibuka
Rubio kembali mengkritik langkah Iran yang membatasi lalu lintas komersial di Selat Hormuz. Ia menyebut penutupan jalur strategis tersebut melanggar hukum internasional dan tidak dapat dipertahankan."Tidak ada negara di dunia yang mendukung sistem pungutan di selat itu selain rezim Iran," katanya.
Rubio menegaskan Selat Hormuz harus dibuka tanpa hambatan dan tanpa pungutan tambahan.
Perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari melalui serangan ke wilayah Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap mempertahankan blokade terhadap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Pekan lalu, Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan dan tinggal menunggu finalisasi.
Baca juga: Rubio Sebut Finalisasi Kesepakatan AS-Iran Masih Butuh Beberapa Hari Lagi