Penyebab Utama Kebakaran Hebat di Kemayoran Masih Diselidiki

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, dalam tayangan Breaking News Metro TV.

Penyebab Utama Kebakaran Hebat di Kemayoran Masih Diselidiki

Fachri Audhia Hafiez • 2 June 2026 00:29

Jakarta: Polres Metro Jakarta Pusat mengusut penyebab kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Jiung, Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian kini tengah mengumpulkan sejumlah bukti awal guna mencari titik terang asal-muasal munculnya api.

"Tentu dari sumber api yang ada kami masih melakukan proses penyelidikan. Kami bekerja sama dengan Damkar, titiknya di mana tadi. Namun, karena petugas lebih fokus dan konsentrasi tentunya untuk pemadaman, kami juga akan melakukan penyelidikan dari beberapa saksi di RW 04," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Senin malam, 1 Juni 2026.
 


Reynold menjelaskan, fokus utama tim gabungan saat ini memang masih tertuju pada upaya pemadaman total dan lokalisasi sisa-sisa bara api bersama petugas pemadam kebakaran. Kendati demikian, langkah-langkah hukum berupa pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dan pendataan awal sudah mulai berjalan secara paralel.

Untuk memaksimalkan proses investigasi ilmiah, Polres Metro Jakarta Pusat berencana melayangkan permohonan resmi kepada tim ahli kebidangan forensik guna melakukan olah TKP lanjutan secara mendalam.

"Termasuk kami akan memohon dan meminta untuk Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) hadir untuk menentukan asal-muasal penyebab terjadinya kebakaran," kata Reynold.


Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal di kawasan padat penduduk, Jalan Kemayoran Gempol, RT 02/RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Istimewa.

Selain menunggu hasil identifikasi dari Puslabfor Polri, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata, termasuk warga setempat di lingkungan RW 04 yang berada di lokasi saat api pertama kali berkobar. Langkah ini diambil guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni akibat faktor teknis seperti hubungan arus pendek listrik.

(Fachri Audhia Hafiez)