Pasukan Israel dalam operasi darat di Lebanon. (Yeni Safak)
Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon sebelum Hizbullah Dilucuti
Willy Haryono • 28 June 2026 16:30
Tel Aviv: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan militer negaranya bersiap mempertahankan kehadiran pasukan dalam jangka panjang di Lebanon selatan, dan tidak akan menarik pasukan sebelum kelompok Hizbullah dilucuti dari seluruh wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan Katz pada Sabtu, sehari setelah Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka trilateral yang dimediasi Amerika Serikat (AS) mengenai mekanisme penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon.
Dalam pernyataan video yang dirilis kantornya, Katz mengatakan militer Israel akan tetap ditempatkan di zona keamanan di Lebanon selatan, termasuk wilayah Shqeif.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan instruksi bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar militer mempersiapkan penugasan jangka panjang di kawasan tersebut.
Kesepakatan yang dimediasi AS mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon, dimulai dari dua area percontohan yang tidak disebutkan namanya.
Namun, perjanjian tersebut tidak menetapkan jadwal pasti penarikan pasukan dari seluruh wilayah yang diduduki. Penarikan dikaitkan dengan kemampuan Angkatan Bersenjata Lebanon mengambil alih kendali keamanan serta pelucutan seluruh kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah.
Israel menyebut kawasan penempatan pasukannya sebagai "zona keamanan," yakni wilayah penyangga yang membentang beberapa kilometer di dalam wilayah Lebanon dan dibentuk selama konflik 2024–2025 dengan Hizbullah.
Wilayah Shqeif yang menjadi salah satu titik penempatan pasukan berada di dataran tinggi dekat Sungai Litani dan menghadap wilayah Lebanon selatan serta Galilea.
Selain itu, Katz juga memperingatkan Iran agar tidak mengganggu implementasi kesepakatan antara Israel dan Lebanon.
Ia menyatakan Israel akan merespons dengan kekuatan besar apabila Iran melancarkan serangan untuk menggagalkan pelaksanaan perjanjian tersebut.
Baca juga: Sekjen Hizbullah Tolak Kesepakatan Lebanon-Israel yang Dimediasi AS