Kemendagri menyelenggarakan Regional Financial Discussion bertema Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing, di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis, 4 Juni 2026 (Foto:Dok.MetroTV)
Perkuat Pembangunan Daerah, Kemendagri Dorong Inovasi Creative Financing
Rosa Anggreati • 4 June 2026 21:42
Yogyakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan daerah melalui berbagai inovasi, termasuk pemberian penghargaan dan insentif kepada pemerintah daerah yang berhasil menghadirkan terobosan dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah melalui skema creative financing.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa–Bali yang digelar di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan bagi pemerintah daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik, inovatif, dan berprestasi dalam tata kelola pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah.
Kemendagri menilai pemberian penghargaan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga diharapkan mampu memacu semangat kompetitif, kolaboratif, dan inovatif antar pemerintah daerah di Indonesia. Dengan demikian, daerah dapat terus berinovasi dalam mencari solusi pembiayaan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis.
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Regional Financial Discussion bertema “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing.” Forum ini menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta pemanfaatan berbagai skema creative financing guna mendukung pembangunan yang transparan, adaptif, dan berdaya saing.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri A. Fatoni, Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda, dan Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut.
Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengelola keuangan, mulai dari keterbatasan fiskal, ketergantungan terhadap dana transfer pusat, hingga pentingnya menghadirkan sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam forum itu, para narasumber juga menekankan bahwa pengelolaan keuangan daerah yang efektif, transparan, dan inovatif merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan creative financing dinilai semakin penting di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Berbagai skema seperti optimalisasi aset daerah, penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kerja sama pemerintah dengan badan usaha, hingga inovasi pendapatan daerah menjadi opsi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskalnya.
Melalui penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dan Regional Financial Discussion, Kemendagri berharap akan semakin banyak daerah yang mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung visi Indonesia yang lebih maju, kompetitif, dan sejahtera.