Kriminalitas di Sulbar Turun Selama Operasi Ketupat 2026

Ilustrasi. Metrotvnews.com/Octavianus Dwi Sutrisno

Kriminalitas di Sulbar Turun Selama Operasi Ketupat 2026

Lukman Diah Sari • 31 March 2026 06:58

Mamuju: Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Marano 2026 turun 8,7 persen. Semula 123 kejadian pada 2025, menjadi 105 kejadian.

"Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi maksimal seluruh pihak," kata Kepala Biro Operasi Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi ACH Imam Rifai, di Mamuju, Senin, 30 Maret 2026, melansir Antara.


Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi ACH Imam Rifai (kanan). ANTARA/HO-Humas Polda Sulbar

Kehadiran personel di Pos Pelayanan Dan Pos Pengamanan, kata Imam, terbukti efektif menjaga situasi tetap kondusif dan menjadi penentu keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik lebaran yang ditandai dengan penurunan angka kriminalitas. Operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 itu melibatkan kekuatan besar lintas sektoral, yakni sekitar 1.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, BPBD, Satpol PP hingga elemen masyarakat seperti Pramuka dan Orari.

"Sinergi ini menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode libur panjang," ujar dia.

Selain gangguan kamtibmas, berdasarkan analisa dan evaluasi, kejahatan konvensional kata dia, juga menurun dari 121 kasus menjadi 102 kasus. Kemudian di sektor lalu lintas, angka kecelakaan mengalami penurunan tipis, dari 57 kejadian menjadi 56 kejadian.

Tiga wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi masing-masing berada di Kabupaten Mamuju dengan 15 kejadian, Mamuju Tengah sebanyak 12 kejadian dan Kabupaten Majene dengan sembilan kejadian. Namun, angka fatalitas melonjak dengan korban meninggal dunia menjadi 11 jiwa, naik dari empat jiwa pada tahun sebelumnya. Kerugian material pun meningkat dari Rp81 juta menjadi Rp175 juta.

"Ini menjadi catatan penting. Meski jumlah kejadian menurun, tingkat fatalitas justru meningkat. Evaluasi menyeluruh akan kami lakukan untuk perbaikan ke depan," jelas Imam.

Polda Sulbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa lelah, serta masyarakat yang dinilai semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan. Meski Operasi Ketupat Marano 2026 telah resmi berakhir, Imam memastikan komitmen pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Momentum lebaran tahun ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kesadaran kolektif mampu menciptakan mudik yang lebih aman. Namun, pekerjaan rumah masih ada, terutama dalam menekan angka fatalitas di jalan raya yang masih menjadi ancaman serius," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada di perjalanan. Selain itu, masyarakat diminta memanfaatkan layanan pengaduan melalui call center 110 jika membutuhkan bantuan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)