ASDP Waspadai Lonjakan Pemudik di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto

ASDP Waspadai Lonjakan Pemudik di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Silvana Febiari • 25 March 2026 15:14

Banyuwangi: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mewaspadai kemungkinan lonjakan penumpang selama arus balik. Lonjakan ini berpotensi terjadi bagi pengguna jasa yang akan menuju Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Sejak H+1 hingga H+3 Lebaran 2026 pada hari ini penyeberangan Ketapang-Gilimanuk berjalan normal dan belum ada kendala apapun. Namun demikian, Bapak Menteri Perhubungan senantiasa mengingatkan kami untuk terus mewaspadai apabila terjadi lonjakan pemudik yang akan menyeberang ke Gilimanuk," ujar Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano, dilansir dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026. 

Ia menyatakan arus balik melalui penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terus meningkat sejak H+1 hingga H+3 Lebaran. Menurutnya, ASDP Ketapang terus melakukan evaluasi operasional kapal feri dan pengaturan pemudik kendaraan roda empat maupun roda dua setiap hari dalam upaya antisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus balik yang diperkirakan mulai 26-29 Maret 2026.
 


Sebagai bagian dari manajemen lalu lintas terpadu, lanjut dia, ASDP juga telah menyediakan buffer zone di Grand Watudodol dan Bulusan dengan kapasitas sekitar 900 kendaraan untuk mobil pribadi dan bus. Sedangkan kendaraan logistik diarahkan ke Terminal Sritanjung, PT Pusri dan Pelindo Tanjung Wangi dengan kapasitas sekitar 600 unit kendaraan.

"Di buffer zone kami juga akan menyediakan makan dan minum apabila terjadi antrean dengan waktu yang cukup lama. Tapi harapan kami arus balik berjalan lancar dan aman serta terkendali," ungkap Yossi.

Pada dua hari terakhir, arus balik penyeberangan Ketapang–Gilimanuk berjalan normal. Operasional dilakukan dengan mengerahkan 29 unit kapal feri dari total 55 armada yang tersedia.


Pelabuhan Ketapang. (Dokumentasi/ ASDP Indonesia Ferry)


Adapun data Posko Angkutan Lebaran 2026 Pelabuhan Ketapang menunjukkan bahwa pada H+2 Lebaran selama 24 jam tercatat total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali 45.615 orang dengan 192 trip. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada H+1 Lebaran sebanyak 38.212 orang penumpang dengan 171 trip.

Dalam skenario sangat padat, khususnya saat volume kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang mencapai 972 unit mobil, ASDP bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan kepolisian akan menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB).

Skema TBB ini memungkinkan kapal langsung kembali beroperasi tanpa memuat dari Pelabuhan Gilimanuk. Sehingga, mempercepat penguraian antrean di Pelabuhan Ketapang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)