Harga Emas Berpeluang Naik, Dolar AS dan The Fed Tetap Jadi Risiko

Ilustrasi emas. Foto: Pixabay

Harga Emas Berpeluang Naik, Dolar AS dan The Fed Tetap Jadi Risiko

Eko Nordiansyah • 12 October 2026 12:35

Jakarta: Harga emas dunia atau XAUUSD berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini setelah membentuk pola Double Bottom pada timeframe Daily. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pola tersebut mengindikasikan peluang pembalikan arah dari tren bearish menuju bullish.

Selama harga mampu bertahan di atas support USD4.171, emas berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji zona resistance USD4.276-USD4.316. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, formasi Double Bottom menjadi salah satu sinyal teknikal yangnperlu diperhatikan dalam menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.

"Pola ini terbentuk ketika harga menguji area bawah sebanyak dua kali dan menunjukkan indikasi tekanan jual mulai melemah. Meski demikian, konfirmasi kenaikan tetap bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support dan melanjutkan momentum bullish," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut analisis Dupoin Futures, level USD4.171 menjadi area krusial yang dapat menjaga peluang pemulihan harga emas. Apabila XAUUSD tetap bergerak di atas support tersebut, potensi kenaikan menuju USD4.276-USD4.316 masih terbuka. Sebaliknya, jika harga kembali menembus support ke bawah, indikasi pembalikan tren bullish berisiko melemah dan tekanan bearish dapat kembali muncul.

Pengaruh ketidakpastian konflik Timur Tengah

Dari sisi fundamental, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih berpotensi mendukung permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika konflik dan risiko keamanan meningkat, investor cenderung meningkatkan perhatian terhadap aset yang dinilai dapat membantu melindungi portofolio dari gejolak pasar.

Faktor ini menjadi salah satu penopang yang dapat membantu menjaga minat beli terhadap XAUUSD. Selain itu, penurunan harga minyak berpotensi mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Jika harga energi melemah secara berkelanjutan, tekanan terhadap biaya produksi dan transportasi dapat berkurang.

"Kondisi tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran bank sentral Amerika Serikat perlu mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi," ujar dia.
(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti)

Pada perdagangan 12 Oktober, harga emas bergerak naik di tengah perhatian pasar terhadap penurunan harga energi dan ketidakpastian geopolitik. Laporan pasar yang mengutip Reuters menyebutkan XAUUSD berada di sekitar USD4.207 per troy ounce pada awal perdagangan Asia.

"Pelemahan harga minyak berpotensi membantu meredakan kekhawatiran inflasi, meskipun investor masih menimbang dampaknya terhadap arah yield obligasi dan kebijakan The Fed," jelas dia.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan penguatan dolar AS masih dapat menjadi hambatan bagi kenaikan emas. Dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi membatasi permintaan.

"Selain itu, ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed tetap menjadi faktor penting karena suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil dibandingkan emas," ungkap dia.

Menanti data inflasi AS

Ia mengungkapkan, pasar juga mencermati data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan menjadi salah satu perhatian utama pekan ini. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap keputusan suku bunga The Fed dan pergerakan yield Treasury. 

Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda dan dolar melemah, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan dapat semakin terbuka. Sebaliknya, data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap XAUUSD.

Geraldo menilai pelaku pasar perlu mengamati respons harga di sekitar support USD4.171 dan resistance USD4.276-USD4.316. Kedua area tersebut menjadi acuan penting untuk melihat apakah pola Double Bottom mampu mendorong perubahan momentum yang lebih kuat. Dengan demikian, analisis Dupoin Futures menunjukkan peluang kenaikan selama support USD4.171 tetap terjaga.

"Target penguatan terdekat berada di USD4.276-USD4.316. Namun, penguatan dolar AS, yield Treasury, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed tetap menjadi risiko yang dapat membatasi kenaikan emas," kata dia.

(Eko Nordiansyah)