Pencatatan Keuangan Akurat Dinilai Penting untuk Kurangi Risiko Bisnis

Ilustrasi. Foto: Dok. Istimewa.

Pencatatan Keuangan Akurat Dinilai Penting untuk Kurangi Risiko Bisnis

Fachri Audhia Hafiez • 18 October 2026 22:27

Jakarta: Ketidakakuratan pencatatan keuangan dan data usaha dinilai dapat memengaruhi keputusan bisnis. Terutama bagi perusahaan yang harus melaporkan kinerjanya kepada kantor pusat di luar negeri sementara operasional bisnis berlangsung di Indonesia.

“Bagi perusahaan yang melapor ke induk di luar negeri, perbedaan mata uang dan format laporan menambah beban,” ujar Business Development Manager PT Sinar Wilshire Pertama, Andi, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Minggu, 18 Oktober 2026.
 


Andi mengungkapkan, sejumlah kendala yang kerap dihadapi perusahaan meliputi keterlambatan bukti transaksi, penggunaan sistem yang tidak saling terhubung, pencatatan manual yang rentan kesalahan, serta rekonsiliasi bank yang tidak dilakukan secara rutin.

Kualitas data keuangan tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan manajemen dalam menentukan langkah bisnis. Keputusan untuk menambah persediaan, merekrut karyawan, atau melakukan investasi lanjutan membutuhkan informasi yang akurat dan terkini. Ketika pencatatan terlambat, manajemen berisiko mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sudah tidak mencerminkan situasi sebenarnya.


Ilustrasi. Foto: Unsplash.com/Christin Hume.

Tantangan tersebut semakin terasa bagi pemilik usaha yang berada di luar negeri akibat perbedaan zona waktu dan keterbatasan akses terhadap dokumen sumber. “Laporan yang rutin dan seragam menjadi kebutuhan, bukan kemewahan,” tegas Andi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu perusahaan menyimpan dokumen secara terpusat, mengurangi pencatatan berulang, mengatur hak akses pengguna, serta mempercepat penyusunan laporan sesuai skala usaha.

Namun, perusahaan tidak harus langsung berinvestasi pada sistem yang kompleks. Perbaikan dapat dimulai dengan menetapkan jadwal penutupan buku bulanan, mendigitalkan dokumen sumber, serta melakukan rekonsiliasi bank secara berkala dengan tetap memperhatikan aspek keamanan data sesuai regulasi yang berlaku.

(Fachri Audhia Hafiez)