Lebih dari 5.000 orang ditangkap di tengah aksi protes pelajar di Prancis. (Anadolu Agency)
Lebih dari 5.000 Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Pelajar di Prancis
Willy Haryono • 4 October 2026 21:03
Paris: Lebih dari 5.000 orang telah ditangkap sejak Senin lalu di tengah aksi protes pelajar yang masih berlangsung di berbagai wilayah Prancis, kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi TF1 yang dikutip Anadolu, Sabtu, 3 Oktober 2026, Nunez mengatakan "aksi kekerasan di perkotaan" terjadi di sekitar 158 sekolah atau institusi pendidikan di tengah aksi protes pelajar yang berlangsung dengan kekerasan di berbagai wilayah negara tersebut.
Ia juga mengatakan sebanyak 735 sekolah terdampak aksi ini, dan 1.747 orang telah ditangkap. Menurut Nunez, mobilisasi tersebut mengejutkan dari sisi "skalanya."
Ratusan sekolah tetap ditutup atau mengalami gangguan pada Jumat. Penangkapan dalam jumlah besar dan korban luka juga dilaporkan di berbagai wilayah Prancis ketika aksi protes pelajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran terus berlangsung selama beberapa pekan.
Nunez mengatakan benda-benda dilemparkan ke arah aparat. Polisi, guru, jurnalis, dan orang yang melintas juga menjadi sasaran serangan.
Pada Kamis, otoritas melaporkan sekitar 900 aksi protes berlangsung di luar sekolah dan hampir 2.000 orang ditangkap. Lebih dari 300 polisi dan anggota gendarmerie juga dilaporkan terluka.
Sejumlah organisasi yang mewakili gerakan pelajar bersama kelompok politik sayap kiri dan kiri jauh menyerukan mobilisasi kedua pada 6 Oktober untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai "represi" polisi.
Cedera Serius
Seorang pelajar berusia 16 tahun yang terluka dalam aksi protes di Tours, kota di Prancis tengah, kehilangan fungsi pada salah satu matanya, menurut laporan France Info.Remaja tersebut terluka akibat tembakan LBD-40, yang dikenal sebagai Lanceur de balles de defense, senjata pelontar proyektil yang digunakan polisi Prancis. Senjata tersebut sebelumnya telah menimbulkan cedera serius dalam sejumlah aksi protes.
Surat kabar La Nouvelle Republique melaporkan pelajar berusia 16 tahun tersebut "masih menjalani perawatan di rumah sakit" dan telah diwawancarai oleh Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional pada Jumat.
Pada Jumat, rekaman video yang dibagikan Alertes Infos melalui platform media sosial X tampak memperlihatkan seorang polisi berusaha menenggelamkan seorang demonstran di Belfort.
"Dia terlihat menahan kepala pemuda tersebut di bawah air selama beberapa detik," tulis Alertes Infos.
Namun, Jaksa Belfort Paul-Edouard Lallois kemudian membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan polisi sedang menangkap seorang tersangka yang diduga berusaha melakukan pembakaran sebelum berpindah ke lokasi lain untuk menghindari penindakan.
Lallois mengatakan polisi dan pemuda tersebut kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sungai ketika polisi berusaha memborgol pemuda itu karena melakukan perlawanan saat penangkapan.
Polisi tersebut kemudian menarik pemuda itu keluar dari air sebelum memborgolnya, kata Lallois.
Menanggapi video tersebut, Antoine Leaument, anggota parlemen dari partai sayap kiri La France Insoumise, menandai akun Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez dalam unggahan di X. Ia meminta Nunez menyerukan ketenangan "kepada orang-orang yang berada di bawah tanggung jawab Anda".
"Intervensi ini tidak mematuhi aturan apa pun dalam menjaga ketertiban. Tidak satu pun," tulis Leaument.
Baca juga: Bentrokan Pelajar dan Polisi di Prancis Pecah, 1.900 Orang Ditangkap