Paris: Kondisi keamanan di Prancis kini kian mencekam setelah polisi terlibat bentrokan sengit dengan kelompok mahasiswa dan siswa, di Kota Paris dan sejumlah wilayah lainnya. Bentrokan terjadi di tengah aksi protes massa, di mana mahasiswa menuntut perbaikan kondisi pendidikan serta peningkatan fasilitas sekolah di seluruh negeri.
Petugas kepolisian menembakkan granat asap untuk memecah konsentrasi massa. Lalu dibalas dengan lemparan petasan serta benda tajam oleh para demonstran.
Dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 3 Oktober 2026, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Prancis, aksi protes dan blokade sudah merembet ke 5.664 sekolah menengah atas di seluruh negeri. Kerusuhan ini juga memicu vandalisme serta gelombang penangkapan massal.
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan sekitar 1.949 orang sudah ditangkap. Sementara 305 petugas polisi dilaporkan luka-luka.
400 sekolah dan perguruan tinggi ditutup
Lebih dari 400 sekolah dan perguruan tinggi di Prancis tetap ditutup pada Jumat, 2 Oktober 2026, di tengah berlanjutnya aksi demonstrasi pelajar terkait sejumlah persoalan pendidikan.
Mengutip
Deutsche Welle, Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan kepada wartawan bahwa sebanyak 735 institusi pendidikan “terdampak” sepanjang hari Jumat. Jumlah tersebut 30 persen lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya.
Ia melaporkan tiga petugas layanan darurat terluka saat merespons aksi tersebut, turun dari 31 orang pada Kamis lalu. Geffray juga mengecam sejumlah “tindakan kekerasan ekstrem” yang terjadi dalam rangkaian aksi protes tersebut.
Diketahui protes tersebut dimulai akibat minimnya guru, kondisi gedung sekolah yang rusak, dan kurangnya fasilitas pembelajaran bermula di sejumlah lycée atau sekolah menengah atas di wilayah Paris pada bulan lalu, sebelum meluas ke berbagai wilayah Prancis pekan ini.
Sejumlah dari sekitar 400 sekolah dan perguruan tinggi yang ditutup mengalami kerusakan akibat demonstrasi. Salah satu yang terdampak paling parah adalah Lycée Mandela di Nantes, yang diperkirakan tidak dapat beroperasi hingga pertengahan Oktober setelah terjadi kebakaran di aula pintu masuk.