Program Pembangunan Papua Diperkuat Melalui Pendidikan dan Sosial

Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat resmi dilantik di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, 26 September 2026

Program Pembangunan Papua Diperkuat Melalui Pendidikan dan Sosial

Whisnu Mardiansyah • 27 September 2026 15:41

Sorong: Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat resmi dilantik di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, 26 September 2026. Kehadiran organisasi kemasyarakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan di Tanah Papua.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini, mengatakan Mathla’ul Anwar siap mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

“Kami berharap terjadi sinergitas yang positif dalam mengembangkan risalah Mathla’ul Anwar, yaitu di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial,” ujar Jazuli, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 September 2026.

Menurut dia, keberadaan Mathla’ul Anwar di Papua diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jazuli juga membuka peluang pengembangan fasilitas keagamaan dan pusat kegiatan masyarakat apabila terdapat dukungan wakaf lahan dari masyarakat.

“Kalau ada wakaf lahan, kita kembangkan untuk masjid dan pusat dakwah,” katanya.

Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan. Pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam mempersiapkan masyarakat Papua menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
 


“Kualitas SDM Indonesia masih kalah dengan negara-negara tetangga. Ini harus kita kejar melalui pendidikan,” ujar Jazuli.

Dalam kesempatan tersebut, Jazuli juga menegaskan pendekatan dakwah yang dibawa Mathla’ul Anwar mengedepankan nilai kedamaian dan toleransi.

“Dakwah kita adalah Islam rahmatan lil ‘alamin. Islam yang damai. Islam yang menjaga toleransi sebagai perintah agama. Islam itu indah, dan harus ditampilkan dengan indah,” tegasnya.


Pemda dan Ormas Perlu Bersinergi

Pelantikan pengurus Mathla’ul Anwar Papua Barat Daya dan Papua Barat turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau serta Wakil Bupati Sorong Selatan Yohan Bodory. Ahmad menyambut kehadiran Mathla’ul Anwar sebagai bagian dari potensi masyarakat yang dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.

“Ahlan wa sahlan Mathla’ul Anwar hadir di Tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya. Ini keberkahan tersendiri bagi Papua Barat Daya, apalagi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum hadir langsung. Luar biasa,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk membantu pemerintah daerah dalam berbagai bidang, termasuk pembinaan masyarakat, penguatan kehidupan keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi.

“Mathla’ul Anwar bisa menjadi bagian dari himayatul ummah dalam membina akidah umat, keimanan, dan ketakwaan. Termasuk menjaga keberlangsungan kehidupan umat, terutama iqtishadiyah-nya,” ujar Ahmad.

Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan secara sendiri sehingga kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama diperlukan.

“Provinsi tidak bisa membangun sendiri. Perlu peran ormas dan tokoh agama,” katanya.

Kehadiran Mathla’ul Anwar di Papua Barat Daya dan Papua Barat pun diharapkan dapat memperluas kontribusi masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan pendidikan, pembinaan sosial dan keagamaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui sinergi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat, berbagai program pembangunan di Papua diharapkan dapat berjalan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan daerah.

(Whisnu M)